Pasar saham Vietnam mengawali pekan perdagangan pertama setelah libur Tahun Baru Imlek (Tet) dengan penguatan, ditopang kembalinya aliran modal besar dan lonjakan likuiditas. VN-Index bergerak naik dan mendekati ambang psikologis 1.900 poin, meski tekanan koreksi sempat muncul di pertengahan pekan.
Pada sesi perdagangan pertama tahun baru, mayoritas saham menguat sehingga VN-Index naik hampir 15 poin. Kenaikan berlanjut pada sesi berikutnya dengan tambahan sekitar 7 poin. Setelah sempat terkoreksi di pertengahan pekan, tekanan beli kembali menguat dan mendorong indeks naik hampir 19 poin sebelum akhirnya stabil pada sesi terakhir.
Dalam periode 23–27 Februari, VN-Index naik 56,24 poin atau 2,99% dibandingkan pekan sebelumnya dan ditutup di 1.880,33 poin. Pekan ini dinilai penting karena pasar mampu mempertahankan sentimen positif setelah libur panjang sekaligus membentuk rentang perdagangan baru.
Likuiditas menjadi sorotan utama. Total nilai transaksi di seluruh pasar mencapai hampir 155.922 miliar VND, meningkat lebih dari 33% dari pekan sebelumnya. Sejumlah sesi mencatat nilai transaksi melampaui 35.000 miliar VND, yang mencerminkan partisipasi kuat, termasuk dari institusi.
CEO Hy Maxpro, Han Huu Hau, menilai VN-Index telah membentuk titik terendah dengan pola pemulihan berbentuk “V” dalam dua pekan terakhir. Ia menambahkan, perbaikan likuiditas mengindikasikan kembalinya aliran modal besar, bukan semata euforia jangka pendek investor individu.
Dari sisi penggerak indeks, kenaikan pekan lalu terutama ditopang saham berkapitalisasi besar, khususnya VIC. Saham ini menguat selama empat sesi berturut-turut dan berkontribusi lebih dari 21 poin terhadap kenaikan VN-Index.
Penguatan saham-saham unggulan membantu pasar menjaga tren naik meski terjadi fluktuasi teknis. Di bursa HNX, HNX-Index naik 5,76 poin atau 2,24% menjadi 262,82 poin, sementara likuiditas meningkat lebih dari 39%.
Faktor makroekonomi juga disebut memberi dukungan. Pelonggaran tekanan nilai tukar dinilai membantu menstabilkan sentimen investor. Selain itu, arahan untuk mendorong investasi publik—termasuk percepatan Fase 1 proyek Bandara Internasional Long Thanh serta sejumlah proyek infrastruktur besar yang diharapkan dimulai pada 2026—membentuk ekspektasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Dari sisi eksternal, pertimbangan pemerintahan Trump terkait opsi tarif baru setelah putusan Mahkamah Agung AS dipandang berpotensi membuka peluang bagi ekonomi berorientasi ekspor seperti Vietnam.
Namun, di tengah arus modal domestik yang menguat, investor asing justru mencatat penjualan bersih yang besar. Dalam lima sesi terakhir, investor asing membukukan penjualan bersih hampir 5.174 miliar VND di seluruh pasar. Di HoSE, nilai penjualan bersih mencapai 4.734 miliar VND, sementara HNX dan UPCoM masing-masing sekitar 291 miliar VND dan 148 miliar VND.
FPT menjadi saham dengan aksi jual bersih terkuat, dengan total nilai hampir 5.427 miliar VND, termasuk penjualan bersih hingga 2.335 miliar VND pada satu sesi di pertengahan pekan. Sebaliknya, HPG mencatat pembelian bersih sepanjang minggu dengan total nilai 3.680 miliar VND. Sementara itu, unit perdagangan internal perusahaan sekuritas membukukan pembelian bersih lebih dari 411 miliar VND, yang membantu menahan sebagian tekanan jual dari investor asing.
Sesi terakhir bulan Februari (27 Februari) menggambarkan tarik-menarik antara aksi beli dan ambil untung. Meski jumlah saham turun lebih banyak (202 saham) dibanding yang naik (132 saham), VN-Index masih menguat tipis 0,69 poin ke 1.880,33 poin.
Perbedaan aliran modal juga terlihat semakin jelas. Alih-alih menyebar merata, dana lebih terkonsentrasi pada sektor minyak dan gas serta transportasi. Kondisi ini menunjukkan strategi pemilihan sektor menjadi semakin penting, seiring meningkatnya kehati-hatian ketika indeks mendekati resistensi psikologis 1.900 poin.
Sejumlah perusahaan sekuritas mempertahankan pandangan positif, namun lebih berhati-hati karena pasar mendekati area puncak. AIS Securities memperkirakan VN-Index berpotensi berfluktuasi dalam jangka pendek, tetapi tren utama masih naik dengan target 1.920 poin, serta menyarankan fokus pada saham berfundamental kuat dan prospek pendapatan positif untuk kuartal I/2026. AseanSC beralih ke sikap lebih optimistis setelah tren jangka pendek terkonfirmasi positif, dan merekomendasikan peningkatan alokasi portofolio saat terjadi koreksi.
VCBS menyarankan investor mencermati perkembangan pasar dan mempertimbangkan saham yang menarik arus modal aktif, namun tetap berhati-hati pada saham yang sudah mendekati puncak sebelumnya. Sementara itu, SHS menilai tekanan jual dapat meningkat tajam di kisaran 1.900–1.920 poin dan menyarankan prioritas pada manajemen risiko serta restrukturisasi portofolio pada level harga yang lebih tinggi.
Secara keseluruhan, pasar saham Vietnam membuka tahun baru dengan catatan positif yang ditopang arus modal besar dan kenaikan likuiditas. Meski demikian, dengan VN-Index mendekati level historisnya, strategi pasar cenderung bergeser dari sekadar mengikuti tren menjadi lebih selektif dalam memilih saham serta memperketat manajemen risiko. Dalam jangka pendek, tren naik dinilai masih terjaga, tetapi volatilitas diperkirakan meningkat seiring pengujian kekuatan aliran dana di sekitar level 1.900 poin.

