BERITA TERKINI
Bitcoin Tembus US$71.000 di Tengah Kejatuhan Bursa Asia

Bitcoin Tembus US$71.000 di Tengah Kejatuhan Bursa Asia

Jakarta, 4 Maret 2026 — Harga Bitcoin (BTC) menguat tajam dan menembus level psikologis US$71.000 di saat pasar keuangan tradisional, khususnya bursa saham Asia, mengalami tekanan besar. Berdasarkan pantauan di aplikasi Ajaib Kripto, BTC sempat menyentuh US$71.885, level tertinggi yang terakhir terlihat pada 9 Februari. Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin tercatat naik 7,50%.

Penembusan area US$71.000 dinilai sebagai capaian teknikal penting yang membuka peluang pergerakan ke target berikutnya di sekitar US$73.000, dengan area resistansi kuat di US$76.000. Kenaikan ini dikaitkan dengan ketidakpastian kebijakan moneter global serta data inflasi terbaru yang mendorong sebagian investor mencari aset penyimpan nilai, termasuk Bitcoin.

Pergerakan Bitcoin yang menguat terjadi berlawanan arah dengan bursa saham Asia yang kompak melemah pada perdagangan Rabu (4/3/2026). Tekanan di pasar saham disebut dipicu eskalasi konflik antara Amerika Serikat–Israel melawan Iran, yang memunculkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

Sejumlah indeks utama di kawasan mencatat penurunan tajam. Kospi Korea Selatan anjlok 12,2%. IHSG Indonesia turun 4,57% atau 362,7 poin ke level 7.577,064. Nikkei 225 Jepang merosot lebih dari 4%, Hang Seng Hong Kong melemah 2,5%, sementara Shanghai Composite China turun sekitar 0,8%.

Penguatan Bitcoin juga diikuti reli pada sejumlah aset kripto utama lain. Solana (SOL) naik 8,16% ke US$90,76. Bitcoin tercatat naik 7,84% ke US$71.683. Ethereum (ETH) menguat 7,07% ke US$2.084, XRP naik 5,61% ke US$1,41, dan BNB naik 5,00% ke US$653. Hyperliquid (HYPE) turut menguat 4,30%.

Pergerakan tersebut menegaskan minat pelaku pasar terhadap aset digital sebagai alternatif ketika ketidakpastian geopolitik meningkat dan pasar tradisional berada dalam tekanan.