BERITA TERKINI
IHSG Dibuka Melemah, Pasar Cermati Ketidakpastian Konflik AS-Iran dan Pergerakan Minyak

IHSG Dibuka Melemah, Pasar Cermati Ketidakpastian Konflik AS-Iran dan Pergerakan Minyak

Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi dibuka melemah, seiring tekanan di bursa saham global yang dipengaruhi ketidakpastian arah konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

IHSG dibuka turun 27,72 poin atau 0,39 persen ke posisi 7.316,37. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan melemah 4,84 poin atau 0,66 persen ke posisi 726,89.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan IHSG bergerak mendatar (sideways) pada kisaran 7.050–7.250.

Dari luar negeri, Presiden AS Donald Trump menyatakan AS tidak yakin apakah mampu atau bersedia membuat kesepakatan damai dengan Iran. Dalam rapat kabinet, Trump mengatakan Iran memohon untuk membuat kesepakatan. Ia juga menuliskan di media sosial bahwa, sesuai permintaan pemerintah Iran, AS memperpanjang penangguhan serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama 10 hari.

Trump turut menyebut pembicaraan tengah berlangsung, meski Iran disebut kerap membantah adanya negosiasi. Perbedaan pesan inilah yang membuat pasar saham global bergerak naik-turun karena investor merespons perkembangan yang saling bertolak belakang.

Menurut Ratna, pesan yang beragam membebani sentimen pasar karena turut memengaruhi pergerakan harga minyak mentah, yang berkaitan erat dengan ekspektasi biaya energi dan potensi kenaikan inflasi.

Harga minyak mentah global kembali menguat setelah Iran mengisyaratkan tidak berniat melakukan pembicaraan langsung dengan AS, meskipun proposal AS disebut sedang ditinjau pejabat Iran. OECD juga memperingatkan percepatan kenaikan harga dan perlambatan pertumbuhan ekonomi apabila harga energi terus meningkat akibat konflik yang berkepanjangan.

Di sisi lain, Iran disebut telah mengizinkan sejumlah kapal dari China, India, Jepang, Turki, dan Thailand melintasi Selat Hormuz.

Dari dalam negeri, Menteri Keuangan menambah penempatan dana pemerintah sebesar Rp100 triliun ke perbankan untuk menjaga likuiditas di tengah kenaikan yield obligasi pemerintah Indonesia. Dengan tambahan tersebut, total dana pemerintah yang ditempatkan di perbankan mencapai sekitar Rp300 triliun, dengan skema yang lebih fleksibel dan dapat ditarik kembali kapan saja.

Selain itu, pemerintah berencana menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) untuk aparatur sipil negara (ASN) dan masih berupa imbauan bagi sektor swasta. Kebijakan ini disebut sebagai upaya menghemat konsumsi BBM, dan pemerintah akan segera mengumumkan rincian pelaksanaannya.

Sehari sebelumnya, bursa saham Eropa kompak melemah. Euro Stoxx 50 turun 1,53 persen, FTSE 100 Inggris turun 1,33 persen, DAX Jerman turun 1,50 persen, dan CAC Prancis turun 0,98 persen.

Wall Street juga bergerak turun pada perdagangan Kamis (26/3). Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,01 persen ke 45.960,11, S&P 500 turun 1,74 persen ke 6.477,16, dan Nasdaq Composite merosot 2,38 persen ke 23.587,00.

Pada Jumat pagi, bursa regional Asia bergerak bervariasi. Indeks Nikkei melemah 0,88 persen ke 53.134,50, Shanghai turun 0,07 persen ke 3.886,35, Hang Seng turun 0,18 persen ke 24.812,50, sementara Strait Times menguat 0,19 persen ke 4.897,08.