PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai setinggi-tingginya Rp2 triliun. Perseroan menyatakan langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pasar modal, sekaligus memberi keyakinan kepada investor terkait nilai saham perseroan secara fundamental.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/1/2026), Sekretaris Perusahaan United Tractors menyampaikan bahwa buyback diharapkan dapat membantu menstabilkan harga saham UNTR di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. Nilai nominal total saham yang dibeli kembali akan bergantung pada jumlah saham yang berhasil dibeli.
United Tractors menilai aksi korporasi ini tidak menimbulkan dampak negatif material terhadap kondisi keuangan, termasuk pendapatan, karena buyback akan menggunakan dana internal dan perseroan disebut memiliki modal serta arus kas yang memadai. Meski demikian, perseroan juga menyatakan buyback akan menurunkan aset dan ekuitas.
Jadwal buyback dimulai pada 22 Januari 2026, bertepatan dengan pengumuman rencana tersebut melalui laman keterbukaan informasi BEI, penyampaian keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI, serta situs perseroan. Periode pembelian kembali saham direncanakan berlangsung dari 22 Januari 2026 hingga 15 April 2026.
Perseroan menyebut buyback dapat dihentikan lebih awal apabila periode pembelian berakhir pada April 2026, dana yang dikeluarkan telah mencapai Rp2 triliun, atau perseroan memutuskan untuk menghentikannya sebelum periode berakhir. Setelah periode pembelian kembali selesai, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini berencana menyimpan saham hasil buyback sebagai saham treasuri.
Di pasar, mengacu data aplikasi IDX Mobile, saham UNTR pada pukul 09.00 WIB dibuka di level Rp27.225. Satu menit kemudian, harga turun ke Rp26.550 dan masih bergerak dinamis pada perdagangan hari itu. Kapitalisasi pasar UNTR tercatat menembus Rp97,5 triliun, dengan volume transaksi 5,51 juta saham. Saham UNTR ditransaksikan sebanyak 3.584 kali dengan nilai transaksi Rp155,6 miliar.

