BERITA TERKINI
IHSG Kembali Tembus 8.000, Ditutup Naik 1,22% ke 8.031,87

IHSG Kembali Tembus 8.000, Ditutup Naik 1,22% ke 8.031,87

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Senin (9/2/2026). IHSG naik 96,61 poin atau 1,22% ke level 8.031,87.

Aktivitas perdagangan tercatat ramai. Total volume transaksi mencapai 40,09 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 17,17 triliun. Penguatan ini dinilai mencerminkan membaiknya sentimen pasar setelah volatilitas yang terjadi pada pekan-pekan sebelumnya.

Seiring kenaikan IHSG, kapitalisasi pasar BEI berada di kisaran Rp 14.500 triliun. Nilai tersebut menunjukkan total nilai pasar saham emiten tetap berada pada level besar di tengah dinamika global dan domestik.

Penguatan IHSG pada sesi ini didorong sejumlah faktor. Pertama, aksi beli selektif atau bargain hunting setelah beberapa saham mengalami koreksi dalam beberapa hari terakhir, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang dinilai sudah berada di level menarik.

Kedua, pergerakan positif bursa saham regional Asia turut menopang optimisme investor di pasar domestik. Ketiga, sejumlah sektor utama seperti energi, bahan baku, dan konsumsi non-siklikal mencatat reli sepanjang perdagangan sehingga memberi dorongan terhadap indeks.

Keempat, investor juga mencermati kebijakan serta reformasi pasar modal domestik yang dinilai dapat meningkatkan transparansi dan stabilitas pasar dalam jangka menengah.

Di level saham, beberapa emiten mencatat penguatan dan menjadi perhatian pelaku pasar, di antaranya PURI, YELO, LINK, dan IFSH. Sementara itu, sejumlah saham bergerak melemah seperti FITT, REAL, dan KJEN di tengah aksi ambil untung.

Meski ditutup menguat, pelaku pasar masih memantau berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi pergerakan indeks ke depan, termasuk ketidakpastian global, fluktuasi arus modal asing, serta respons kebijakan otoritas pasar modal terhadap isu-isu domestik. Namun, penguatan pada perdagangan ini memberi indikasi pasar mulai menemukan momentum pemulihan apabila sentimen positif berlanjut pada pekan berikutnya.