Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin sore ditutup menguat, seiring penguatan bursa saham di kawasan Asia. IHSG naik 96,61 poin atau 1,22% ke level 8.031,87. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan bertambah 5,36 poin atau 0,66% ke posisi 820,94.
Aktivitas perdagangan tercatat sebanyak 2.273.046 transaksi dengan volume 40,69 miliar saham dan nilai transaksi Rp17,86 triliun. Pada penutupan, 433 saham menguat, 252 saham melemah, dan 136 saham bergerak stagnan.
Di kawasan Asia, sejumlah indeks saham bergerak menguat. Indeks Nikkei naik 2.110,20 poin atau 3,89% ke 56.363,90. Indeks Shanghai menguat 57,50 poin atau 1,41%. Indeks Hang Seng naik 467,21 poin atau 1,76% ke 27.027,16, sedangkan indeks Straits Times bertambah 20,50 poin atau 0,42% ke 4.954,91.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyebut IHSG sempat dibuka melemah akibat sentimen negatif dari penurunan outlook atas peringkat beberapa emiten, namun kemudian berbalik menguat. Menurutnya, salah satu faktor pendorong datang dari penguatan indeks bursa di Asia.
Ratna juga menilai berlanjutnya kenaikan harga emas, perak, dan tembaga turut menjadi sentimen positif bagi pasar.
Dari dalam negeri, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia meningkat ke level 127,0 pada Januari 2026, dari 123,5 pada Desember 2025. Capaian tersebut disebut menjadi level tertinggi sejak Januari 2025 dan didorong oleh peningkatan pada hampir enam subindeks utama.
Meski demikian, pelaku pasar juga mencermati rilis data penjualan ritel (retail sales) Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 5,5% dibanding 6,3% pada November 2025.
Selain itu, BEI dijadwalkan menggelar pertemuan teknis lanjutan dengan MSCI Inc pada Rabu, 11 Februari 2026. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan pada 2 dan 5 Februari 2025. BEI bersama SRO disebut akan mengajukan sejumlah inisiatif kepada MSCI sejalan dengan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia yang ditargetkan selesai pada April 2026.
Pergerakan IHSG sepanjang hari berada di zona hijau hingga penutupan sesi pertama dan bertahan menguat pada sesi kedua.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor mencatat penguatan, dipimpin sektor barang baku yang naik 4,36%. Berikutnya sektor energi naik 2,96% dan sektor barang konsumen non primer menguat 2,00%. Adapun dua sektor melemah, yakni sektor keuangan turun 0,73% dan sektor kesehatan turun 0,13%.
Sejumlah saham yang mencatat penguatan terbesar adalah YELO, BUVA, CHEM, SOCI, dan EMAS. Sementara saham yang mengalami pelemahan terbesar antara lain REAL, KJEN, SOTS, KOCI, dan FITT.

