Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Jumat, 27 Maret 2026. Saat pembukaan, IHSG berada di posisi 7.136,366.
Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.19 WIB, IHSG turun 40,460 poin atau 0,56 persen ke level 7.123,631. Pada periode tersebut, IHSG sempat bergerak di rentang 7.115 sebagai level terendah dan 7.154 sebagai level tertinggi.
Pergerakan saham pada pagi ini menunjukkan 187 saham melemah, 307 saham menguat, dan 205 saham tidak bergerak. Sementara itu, nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp1,818 triliun dengan volume perdagangan 3,429 miliar saham. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp12.552,107 triliun.
IHSG juga diperkirakan masih berada dalam tekanan dan bergerak terbatas. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah 1,89 persen ke level 7.164, disertai aksi jual asing di pasar reguler sebesar Rp1,93 triliun.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai pelemahan dipicu aksi ambil untung (profit taking) di tengah situasi geopolitik yang belum kondusif, terutama terkait negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menemukan titik terang. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar global cenderung mengambil sikap risk-off.
Secara teknikal, Reza memperkirakan IHSG bergerak terbatas dalam jangka pendek dengan rentang support di 7.100 dan resistance di 7.300–7.340.
Selain faktor geopolitik, tekanan juga disebut datang dari sentimen eksternal lain, termasuk kenaikan harga energi seperti minyak dan gas, serta aksi jual investor asing yang masih berlanjut. Kombinasi faktor tersebut dinilai menjadi penghambat penguatan indeks dalam jangka pendek.