Lembaga pemeringkat global Moody’s Investors Service menegaskan peringkat kredit Indonesia tetap berada di level Baa2 atau masih masuk kategori investment grade. Namun, Moody’s merevisi outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Dalam keterangan tertulisnya, Moody’s menyatakan tekanan terhadap peringkat Indonesia masih relatif terkendali. Meski demikian, perubahan outlook tersebut mencerminkan meningkatnya risiko bagi pasar utang Indonesia.
Moody’s menilai revisi outlook ini sebagai peringatan dini. Penilaian tersebut dikaitkan dengan arah kebijakan pemerintah yang dinilai semakin sulit diprediksi, ketergantungan pada belanja negara untuk mendorong pertumbuhan, serta munculnya wacana kenaikan batas defisit anggaran dan pembentukan sovereign wealth fund baru, yakni Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara Danantara Indonesia.

