BERITA TERKINI
Saham LAJU Sempat Melonjak hingga 33% Sepekan, Ini Profil dan Kinerja Keuangan Jasa Berdikari Logistics

Saham LAJU Sempat Melonjak hingga 33% Sepekan, Ini Profil dan Kinerja Keuangan Jasa Berdikari Logistics

Saham PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) kembali menjadi perhatian pelaku pasar pada awal 2026 setelah mencatat kenaikan tajam dalam sepekan terakhir. Hingga penutupan perdagangan Kamis, 22 Januari 2026, harga saham LAJU melesat sekitar 30%–33% dari kisaran Rp75–Rp78 ke level Rp101.

Namun pada Jumat, 23 Januari 2026, di tengah pergerakan IHSG yang volatil dan pembukaan pasar yang bergerak dua arah, saham LAJU terkoreksi tipis sekitar 2%–3% dibanding penutupan hari sebelumnya.

Berikut profil singkat emiten logistik tersebut, termasuk lini usaha serta ringkasan kinerja keuangannya.

Profil perusahaan

PT Jasa Berdikari Logistics Tbk didirikan pada 31 Mei 2007 dan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana (IPO) pada 27 Januari 2023. Saat IPO, perseroan melepas 700 juta saham dengan harga Rp100 per saham dan menghimpun dana sekitar Rp70 miliar.

Kantor pusat perusahaan beralamat di Jl. Kopi No. 4 D Lt. 2, Roa Malaka, Tambora, Jakarta Barat 11230. LAJU berfokus pada penyediaan solusi logistik khusus (dedicated & integrated logistic support) untuk klien B2B, dengan cakupan operasi di wilayah Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Perseroan mengoperasikan armada truk dan menjalankan layanan 24 jam sehari dengan dukungan teknologi pelacakan real-time.

Lini usaha

Berdasarkan informasi di laman perusahaan, LAJU bergerak di sektor transportasi dan logistik dengan layanan utama meliputi jasa trucking dan pengiriman barang (distribusi), manajemen pergudangan dan pusat distribusi (warehouse management), serta layanan logistik terintegrasi termasuk pengelolaan rantai pasokan (supply chain management), perencanaan, implementasi, dan pengelolaan on-site.

Layanan yang ditawarkan bersifat dedicated, yakni fasilitas seperti armada, pengemudi, dan gudang didedikasikan khusus untuk satu klien di satu lokasi.

Sejak 2010, LAJU disebut menjadi mitra logistik utama bagi PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) dan sejumlah klien lainnya. Perusahaan memiliki sekitar 120–127 karyawan tetap.

Direksi, komisaris, dan pengendali

Berdasarkan data terbaru yang tersedia per akhir 2025/awal 2026, susunan direksi LAJU terdiri dari James Budiarto Tjandrakesuma sebagai Direktur Utama dan Antonius Edison Siregar sebagai Direktur.

Dewan komisaris diisi oleh Eric Christian Samalo sebagai Komisaris Utama, Dimas Teguh Mulyanto sebagai Komisaris, serta Immanuel Yulius S. Soeiono sebagai Komisaris Independen.

Pengendali utama perseroan adalah PT Ervin Niaga Abadi dengan kepemilikan sekitar 60,7% saham. Porsi pemegang saham publik sekitar 32,56%, sementara pemegang saham lainnya antara lain Marcia Maria Tri Martini sekitar 6,74%.

Ringkasan kinerja dan posisi keuangan

Mengacu data BEI, kapitalisasi pasar LAJU berada di kisaran Rp161–167 miliar, dengan perhitungan berdasarkan harga saham Januari 2026 sekitar Rp75–Rp97 per lembar dan jumlah saham beredar sekitar 2,15 miliar.

Dari sisi kinerja, laba bersih kumulatif sembilan bulan (3Q) 2025 tercatat turun menjadi Rp320,2 juta, dibanding Rp4 miliar pada periode yang sama 2024. Sepanjang 2025, perseroan mencatat rugi pada kuartal I sebesar Rp2 miliar dan kuartal II sebesar Rp1,1 miliar, yang mengindikasikan adanya tekanan operasional atau peningkatan biaya. EPS (TTM) tercatat negatif sekitar -Rp0,82.

Untuk posisi keuangan, perusahaan memiliki kas dan setara kas sekitar Rp51 miliar, dengan total utang sekitar Rp104 miliar. LAJU juga tercatat membagikan dividen kecil dengan estimasi imbal hasil (yield) sekitar 0,17% dan ex-date pada Juni 2025.

Pergerakan saham LAJU tercatat fluktuatif, termasuk lonjakan signifikan dalam sesi perdagangan terbaru ke kisaran Rp97 pada Januari 2026, dan sahamnya berada di papan pengembangan.