BERITA TERKINI
Pembangunan Pasar JICA di Natuna Dipercepat, Progres Capai 6,591 Persen

Pembangunan Pasar JICA di Natuna Dipercepat, Progres Capai 6,591 Persen

Natuna – Pembangunan prasarana dan sarana di luar kawasan Pelabuhan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Natuna terus dipercepat. Proyek yang berlokasi di Ranai Kota, Kecamatan Bunguran Timur, ini merupakan hibah Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) yang dikerjakan bersama Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai instansi pelaksana.

Proyek tersebut ditargetkan menjadi pusat aktivitas ekonomi kelautan dan perikanan di Kabupaten Natuna. Pelaksanaannya disebut dilakukan tanpa adanya uang muka (down payment/DP), dengan progres pekerjaan mengikuti tahapan teknis dan jadwal yang telah ditetapkan.

Pekerjaan fisik dilaksanakan oleh PT Cimendang Sakti Kontrakindo. Project Manager PT Cimendang Sakti Kontrakindo, Muhammad Arif Pratama, menyampaikan progres fisik proyek saat ini mencapai 6,591 persen, sedikit melampaui rencana awal sebesar 6,517 persen.

Menurut Arif, percepatan dilakukan terutama pada pekerjaan penimbunan, pemasangan batu miring, serta batu darat. Ia menyebut pekerjaan tersebut ditargetkan dapat selesai dalam waktu dekat.

Arif menambahkan, pengerjaan saat ini masih berfokus di area darat. Penimbunan laut belum dimulai karena pihaknya masih menunggu material geotekstil yang dikirim dari luar Natuna.

“Kami tidak ingin pekerjaan ini berdampak buruk bagi lingkungan. Penimbunan laut baru akan dilakukan setelah geotekstil tiba, supaya material timbunan tidak lari ke luar area kerja,” ujarnya di lokasi proyek, Sabtu (28/2/2026).

Material geotekstil dinilai penting untuk menjaga kestabilan struktur timbunan sekaligus mencegah pencemaran di perairan sekitar kawasan pekerjaan.

Setelah rampung, kawasan ini direncanakan dilengkapi sejumlah fasilitas, antara lain dermaga on-loading untuk kapal nelayan, pasar ikan dan sentra kuliner, cold storage berkapasitas 30 ton, pabrik es, power supply dan instalasi IPAL, serta area parkir, taman, dan fasilitas pendukung lainnya.

Arif menyebut pasar tersebut tidak hanya difungsikan sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai pusat distribusi dan penyimpanan ikan segar dari nelayan Natuna.

Keberadaan fasilitas cold storage dan pabrik es diharapkan membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan lebih lama sebelum dijual atau dikirim ke luar daerah. Sementara dermaga on-loading ditujukan untuk memperlancar proses bongkar muat ikan sehingga distribusi ke pasar maupun industri dapat berlangsung lebih cepat.

“Tujuan utama pembangunan ini adalah agar nelayan Natuna bisa meningkatkan produktivitas dan nilai jual hasil tangkapannya. Dengan begitu, ekonomi perikanan daerah bisa tumbuh lebih cepat,” kata Arif.