BERITA TERKINI
Laba Emiten HOSE Melonjak di Akhir 2025, Valuasi VN-Index Dinilai Makin Menarik untuk 2026

Laba Emiten HOSE Melonjak di Akhir 2025, Valuasi VN-Index Dinilai Makin Menarik untuk 2026

Pasar saham Vietnam memasuki awal 2026 dengan dorongan kuat dari kinerja emiten. Hingga pertengahan Februari 2026, data 398 perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Ho Chi Minh (HOSE)—mewakili 99,8% kapitalisasi pasar—menunjukkan laba bersih kuartal IV/2025 naik 45,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini dinilai tidak sekadar pemulihan teknis, melainkan mencerminkan perbaikan kualitas operasi bisnis inti.

Sektor real estat menjadi kontributor terbesar terhadap lonjakan laba tersebut. Setelah melalui fase restrukturisasi, sejumlah perusahaan dalam ekosistem Vingroup seperti VIC, VHM, dan VRE membukukan pertumbuhan laba yang kuat dan disebut menyumbang lebih dari 50% terhadap kenaikan laba keseluruhan pasar. Seiring kebangkitan proyek-proyek berskala besar dan pulihnya kepercayaan konsumen, pendapatan sektor ini tercatat melonjak 130,9%.

Selain real estat, sektor minyak dan gas serta ritel juga mencatat kinerja menonjol. BSR membantu industri minyak dan gas berbalik dari kerugian menjadi keuntungan dengan pertumbuhan 484,7%. Di sisi lain, emiten ritel seperti FRT dan MWG membukukan pertumbuhan tiga digit, yang dipandang sebagai sinyal pemulihan daya beli domestik.

Perbankan tetap menjadi penopang laba yang stabil. Sektor ini mencatat pertumbuhan 11,7% dan dinilai berperan sebagai “tulang punggung” perekonomian, meski tidak setinggi lonjakan di sektor minyak dan gas. Sejumlah bank besar seperti CTG, HDB, MBB, dan VPB disebut menunjukkan kemampuan pengelolaan risiko serta optimalisasi biaya operasional.

Kekuatan perbankan antara lain berasal dari ekspansi kredit dan peningkatan pendapatan berbasis biaya jasa. Rasio biaya terhadap pendapatan turun menjadi 33,2%, mencerminkan pengendalian biaya yang lebih efektif. Di saat yang sama, margin bunga bersih mulai membaik seiring pembalikan bunga yang masih harus dibayar dari penyelesaian piutang macet, yang dipandang sebagai prasyarat untuk peluang terobosan laba pada 2026 ketika tekanan biaya modal berangsur berkurang.

Sejalan dengan pertumbuhan laba, valuasi pasar dinilai menjadi lebih murah. Rasio P/E trailing 12 bulan VN-Index turun menjadi 14,8 kali, lebih rendah dibanding rata-rata 10 tahun di 15,4 kali. Tanpa memperhitungkan kasus pengecualian VIC, P/E pasar disebut sekitar 13 kali, yang dipandang menarik bagi investor berorientasi jangka panjang.

Dengan asumsi pertumbuhan laba berkelanjutan 18% pada 2026, rasio P/E proyeksi diperkirakan turun ke sekitar 12,6 kali. Kondisi ini dinilai memberi ruang agar pasar tetap kompetitif dibanding pasar regional.

Direktur Analisis dan Konsultasi Investasi VNDirect, Hoang Viet Phuong, menilai momentum 2025 bukan hanya pemulihan, tetapi juga membentuk fondasi bagi siklus keuntungan baru. Ia memperkirakan pada 2026 terjadi penyebaran modal yang lebih luas, dengan perbankan dan real estat tetap menjadi dua pendorong utama. Menurut proyeksi yang disampaikan, kedua sektor tersebut diperkirakan berkontribusi masing-masing 60,6% dan 11,2% dari total keuntungan pasar.

Phuong juga menyoroti dukungan lingkungan makroekonomi, antara lain pertumbuhan PDB yang positif berkelanjutan, kebijakan fiskal ekspansif yang selektif, serta peta jalan pengelolaan kredit yang fleksibel dari Bank Negara Vietnam.

Dari sudut pandang ekonom, Le Xuan Nghia menilai suku bunga yang rendah dan stabil cenderung mendorong modal keluar dari instrumen aman menuju aset berimbal hasil lebih tinggi seperti saham. Ia juga menyoroti kenaikan margin laba kotor perusahaan tercatat menjadi 19,9% sebagai bukti kemampuan adaptasi sektor swasta terhadap fluktuasi biaya input.

Untuk 2026, peluang pertumbuhan dinilai tidak hanya bertumpu pada perbankan dan real estat. Sektor real estat industri dan energi diperkirakan berpotensi mencatat terobosan, seiring pergeseran rantai pasok global dan implementasi Rencana Pengembangan Energi VIII yang disebut dapat menghadirkan keuntungan stabil jangka panjang. Di sisi lain, sektor konstruksi dan bahan bangunan disebut diperdagangkan dengan diskon besar dan berpeluang menguat ketika proyek-proyek investasi publik utama memasuki tahap akhir.

Namun, untuk sektor dengan valuasi tinggi seperti teknologi atau kimia, investor disarankan lebih selektif dengan memprioritaskan perusahaan yang memiliki cerita pertumbuhan yang jelas, baik melalui terobosan teknologi maupun ekspansi pasar ekspor.

Secara keseluruhan, pasar saham Vietnam pada 2026 dinilai memiliki peluang untuk memperkuat posisinya, dengan salah satu indikator utama berupa pertumbuhan laba perusahaan yang dianggap “nyata” dan bukan bertumpu pada permainan keuangan atau spekulasi. Dengan valuasi yang berada di bawah rata-rata historis, VN-Index dipandang membuka ruang bagi investor yang sabar dan berfokus pada kekuatan fundamental ekonomi.