Konsorsium bank Uni Eropa Qivalis, yang tengah mengembangkan stablecoin euro sesuai regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA), dilaporkan sedang melakukan diskusi lanjutan dengan bursa kripto, pembuat pasar, dan penyedia likuiditas menjelang rencana peluncuran pada paruh kedua tahun ini.
Menurut laporan harian bisnis Spanyol Cinco Días, pembicaraan tersebut dilakukan untuk memastikan token tersedia di platform perdagangan yang diatur sejak hari pertama, sehingga likuiditas dapat terjaga. Jan Sell, CEO Qivalis, mengatakan langkah itu penting agar stablecoin dapat diperdagangkan dan digunakan dengan lancar sejak awal.
Kelompok Qivalis mencakup sejumlah bank besar Eropa, di antaranya ING, UniCredit, BNP Paribas, CaixaBank, dan BBVA. Inisiatif ini disebut bertujuan menyediakan alternatif Eropa di pasar stablecoin yang saat ini didominasi oleh pemain berbasis dolar AS, sekaligus mendukung otonomi strategis Uni Eropa dalam sistem pembayaran.
Stablecoin yang dipatok terhadap euro tersebut dirancang untuk memungkinkan bisnis dan konsumen di Uni Eropa melakukan pembayaran serta penyelesaian transaksi berbasis blockchain menggunakan euro, tanpa bergantung pada jalur keuangan tradisional atau penyedia pihak ketiga asing.
Perusahaan berbasis di Belanda itu juga mempertimbangkan berbagai lokasi di Eropa dan internasional untuk memposisikan stablecoin sebagai alternatif yang diatur bagi token bernilai dolar AS, serta sebagai alat pembayaran lintas batas korporasi secara real-time.
Di Spanyol, bursa kripto Bit2Me mengonfirmasi telah melakukan pembicaraan dengan salah satu bank dalam konsorsium tersebut, meski sebagian besar platform lain menolak memberikan komentar.

