JAKARTA – Institut Teknologi PLN (ITPLN) berencana mendirikan Laboratorium Simulasi Financing dan Pasar Modal untuk memperkuat pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa, khususnya di Program Studi Bisnis Energi. Fasilitas ini ditujukan untuk menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap memasuki sektor keuangan serta investasi.
Wakil Rektor IV ITPLN Ahsin Sidqi mengatakan rencana pendirian laboratorium tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mengembangkan pembelajaran aplikatif berbasis pengalaman langsung (experiential learning). Menurutnya, peningkatan jumlah mahasiswa Bisnis Energi mendorong kebutuhan pembelajaran yang tidak hanya konseptual, tetapi juga memberi pengalaman simulasi yang mendekati kondisi industri.
Untuk menghadirkan simulasi pasar modal yang realistis dan relevan, ITPLN menjajaki kerja sama strategis dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Ruang lingkup kolaborasi yang dibahas meliputi edukasi dan pelatihan pasar modal, akses data serta platform simulasi, pelatihan sertifikasi pasar modal, hingga pengembangan modul pembelajaran berbasis studi kasus nyata dari BEI.
Ahsin menambahkan, keberadaan laboratorium ini juga diharapkan dapat mendukung agenda pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor keuangan berkelanjutan, termasuk penguatan ekosistem green financing. Melalui kolaborasi tersebut, ITPLN menargetkan lahirnya talenta bisnis energi dan keuangan yang adaptif, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan ke depan.
Dari pihak BEI, Head of Regional Development 3 BEI Kemas M Rumaiyar menyampaikan dukungan terhadap inisiatif ITPLN. Ia menilai rencana tersebut sejalan dengan upaya BEI meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal di kalangan generasi muda.
Menurut Kemas, pemanfaatan data dan studi kasus nyata dapat membantu mahasiswa memahami mekanisme pasar, manajemen risiko, serta peluang investasi secara lebih komprehensif. Ia juga menyebut BEI terus mengembangkan Galeri Investasi dan program Sekolah Pasar Modal (SPM) sebagai bagian dari strategi edukasi pasar modal untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan.
Kemas menjelaskan, Galeri Investasi BEI berfungsi sebagai pusat informasi, edukasi, dan akses pasar modal yang dikembangkan melalui kolaborasi antara BEI, perguruan tinggi atau non-perguruan tinggi, serta perusahaan efek anggota bursa mitra. Bentuknya beragam, mulai dari galeri investasi berbasis ruangan, galeri edukasi untuk tingkat SMA, hingga galeri investasi digital.
Sementara melalui program SPM Level 1, BEI memberikan edukasi dasar pasar modal yang mencakup pengelolaan keuangan pribadi, tujuan berinvestasi, keuntungan dan risiko investasi, serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai produk investasi di pasar modal, kemudahan berinvestasi, tips bagi investor pemula, hingga praktik investasi menggunakan aplikasi anggota bursa mitra.

