Investor mencermati keputusan kebijakan Bank of Japan (BoJ) pada Jumat, 23 Januari, sembari bersiap menunggu rilis data pendahuluan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur dan Jasa Januari dari Jerman, Zona Euro, Inggris, dan Amerika Serikat.
BoJ mempertahankan pengaturan kebijakannya tidak berubah dalam pertemuan pertama tahun ini, sejalan dengan perkiraan pasar. Dalam konferensi pers setelah rapat, Gubernur BoJ Kazuo Ueda mengatakan ia tidak akan mengomentari level nilai tukar. Namun, ia menyoroti bahwa yen Jepang yang lemah dapat meningkatkan biaya impor dan berpotensi diteruskan ke harga domestik. Ueda juga menyampaikan bahwa dibutuhkan waktu cukup lama untuk melihat dampak kenaikan suku bunga terhadap ekonomi riil dan harga.
Pasca-keputusan BoJ, USD/JPY bergerak naik dan diperdagangkan di wilayah positif di atas 159,00.
Di pasar komoditas, emas melanjutkan penguatan setelah pergerakan volatil pada pertengahan pekan. Harga emas naik lebih dari 2% pada Kamis dan meneruskan reli pada perdagangan sesi Asia Jumat. XAU/USD sempat menyentuh rekor tertinggi baru di dekat US$4.970 sebelum terkoreksi ke area US$4.950 pada sesi Eropa.
Pergerakan mata uang utama menunjukkan dolar AS melemah secara mingguan. Berdasarkan data perubahan persentase mingguan terhadap mata uang utama, dolar AS tercatat sebagai yang terlemah terhadap dolar Selandia Baru.
Di Eropa, EUR/USD menguat lebih dari 0,5% pada Kamis dan menutup penurunan yang terjadi pada Rabu. Namun, pada awal sesi Eropa Jumat pasangan ini terkoreksi lebih rendah dan diperdagangkan di bawah 1,1750.
Dari Inggris, Kantor Statistik Nasional (ONS) melaporkan penjualan ritel naik 0,4% secara bulanan pada Desember. Capaian ini lebih baik dari ekspektasi pasar -0,1% dan mengikuti penurunan 0,1% pada periode sebelumnya. Meski demikian, GBP/USD kesulitan memperoleh dorongan lanjutan dan diperdagangkan sedikit di bawah 1,3500.
Sementara itu, Indeks Dolar AS berbalik melemah pada sesi Amerika Kamis dan ditutup di zona negatif. Pada Jumat, indeks tersebut rebound dan berfluktuasi di sekitar 98,50. Kontrak berjangka indeks saham AS terakhir terlihat naik sekitar 0,1% hingga 0,3%, mencerminkan sentimen pasar yang cenderung positif terhadap risiko.

