Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak terbatas pada perdagangan Senin (9/2), setelah pada penutupan Jumat (6/2) melemah 2,08 persen ke level 7.935.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Reza Diofanda menilai, secara teknikal IHSG telah berada di area support penting pada kisaran 7.820 hingga 7.920. Adapun resisten terdekat diperkirakan berada di level 8.100.
Reza juga menyoroti sentimen yang membayangi pasar, termasuk revisi outlook menjadi negatif dari sebelumnya stabil oleh lembaga pemeringkat global Moody’s Ratings terhadap tujuh perusahaan non-keuangan di Indonesia. Selain itu, sejumlah rilis data ekonomi domestik, seperti penjualan ritel Indonesia, turut menjadi perhatian pelaku pasar.
Sebagai konteks, pelemahan IHSG pada akhir pekan lalu dikaitkan dengan kondisi risk off setelah adanya penurunan outlook kredit Indonesia menjadi negatif oleh Moody’s.
Untuk perdagangan hari ini, tim BRIDS mencantumkan saham pilihan yang mencakup PANI, BRIS, dan ACES.
Sementara itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Indonesia (MASI) M. Nafan Aji Gusta memproyeksikan IHSG sedang mencoba melakukan rebound. Ia menempatkan area support pada rentang 7.836 hingga 7.701, dengan resisten di kisaran 8.054 hingga 8.210.
Menurut Nafan, secara teknikal IHSG memiliki peluang rebound setelah uji wave ii. Ia juga menyebut indikator RSI sudah berada pada kondisi oversold, disertai aksi beli asing harian senilai Rp774,5 miliar.
Dari faktor eksternal, investor menanti sejumlah data makroekonomi penting seperti nonfarm payroll, CPI, dan penjualan ritel yang berpotensi mengubah ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed.
Dari dalam negeri, pelaku pasar disebut mulai menyesuaikan portofolio terhadap saham-saham yang berhasil meningkatkan free float ke level 15 persen. Di sisi lain, Nafan menyampaikan indeks keyakinan konsumen Januari 2026 diproyeksikan tetap optimistis, didorong efek musiman Natal dan Tahun Baru, yang mencerminkan sentimen konsumen Indonesia masih kuat.

