Jakarta — Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham empat emiten setelah terjadi peningkatan harga kumulatif yang dinilai signifikan. Keempat emiten tersebut adalah PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO), PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP), dan PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA).
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, suspensi berlaku pada 22 Januari 2026 mulai sesi I perdagangan di pasar reguler dan pasar tunai. BEI menyatakan langkah ini dilakukan untuk memberi waktu yang memadai bagi pelaku pasar agar dapat mempertimbangkan keputusan investasinya berdasarkan informasi yang tersedia.
BEI mencatat saham BELL terakhir berada di level Rp199 per saham. Pada perdagangan 21 Januari 2026, saham ini naik 34,4% dan telah melonjak 161,8% dalam lima hari terakhir.
Sementara itu, saham ENZO pada 21 Januari 2026 naik 8% ke posisi Rp94 per saham, dengan kenaikan 18,9% selama lima hari terakhir.
Saham MKAP tercatat sebagai yang tertinggi di antara ketiganya, berada di level Rp910 per saham setelah naik 24,6% pada perdagangan 21 Januari 2026. Dalam lima hari terakhir, MKAP menguat 32,8%.
Adapun saham PBSA, meski turun 0,7% pada perdagangan 21 Januari 2026, secara kumulatif tetap naik 8,3% dalam lima hari terakhir ke level Rp650 per saham.
Secara umum, suspensi dilakukan BEI sebagai langkah perlindungan investor, terutama ketika terjadi lonjakan harga yang berpotensi tidak wajar. BEI juga mengimbau investor untuk mencermati keterbukaan informasi dari emiten terkait dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi, khususnya pada saham yang pernah atau sedang mengalami suspensi.

