BERITA TERKINI
Bank Negara Vietnam Targetkan Pertumbuhan Kredit 15% dan Inflasi 4,5% pada 2026

Bank Negara Vietnam Targetkan Pertumbuhan Kredit 15% dan Inflasi 4,5% pada 2026

Bank Negara Vietnam menerbitkan Arahan No. 01 yang mengatur pelaksanaan tugas-tugas utama sektor perbankan pada 2026. Dalam arahan tersebut, otoritas moneter menetapkan arah kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Bank Negara Vietnam menyatakan akan mengelola kebijakan moneter secara proaktif dan fleksibel, serta berkoordinasi erat dengan kebijakan fiskal dan kebijakan makroekonomi lainnya. Lembaga itu memprioritaskan pengendalian inflasi pada rata-rata sekitar 4,5% sepanjang 2026.

Dari sisi penyaluran pembiayaan, Bank Negara Vietnam memproyeksikan pertumbuhan kredit di seluruh sistem sekitar 15%. Target tersebut disebut dapat disesuaikan naik atau turun mengikuti perkembangan dan kondisi aktual.

Arahan itu juga memuat rencana penerapan solusi komprehensif untuk mengelola nilai tukar dan cadangan devisa negara. Langkah ini ditujukan untuk berkontribusi pada stabilitas pasar sekaligus mendukung implementasi kebijakan moneter.

Di tingkat industri, unit-unit perbankan diminta menerapkan solusi secara serentak untuk mengendalikan dan menangani piutang macet, meningkatkan kualitas kredit, serta menjaga rasio piutang macet pada tingkat yang aman. Lembaga kredit juga diarahkan memperkuat manajemen risiko guna membatasi munculnya piutang macet baru demi memastikan keamanan dan stabilitas operasional.

Bank Negara Vietnam menyebut akan terus menyempurnakan mekanisme dan kebijakan moneter serta perbankan sesuai Resolusi 66. Lembaga itu juga menekankan inovasi dalam pendekatan penyusunan regulasi untuk membangun sistem hukum yang komprehensif dan transparan, mendekati praktik terbaik internasional, serta mencegah dan memerangi korupsi dan “kepentingan kelompok”.

Sejalan dengan itu, pemerintah mendorong reformasi substantif prosedur administrasi dengan fokus pada warga negara dan pelaku usaha. Upaya tersebut mencakup penyederhanaan persyaratan bisnis, peningkatan pemanfaatan data sebagai pengganti dokumen kertas, serta perluasan layanan publik daring yang lengkap untuk memperbaiki iklim investasi dan bisnis.

Di sektor perbankan, percepatan transformasi digital menjadi salah satu agenda utama, termasuk standardisasi basis data, pengembangan pembayaran tanpa uang tunai, serta penguatan keamanan dan keselamatan sistem. Bank Negara Vietnam juga menugaskan kajian dan penerapan model serta teknologi pembayaran baru, termasuk pembayaran lintas batas, seiring implementasi Resolusi 57.

Arahan No. 01 turut menekankan peningkatan efektivitas inspeksi, pemeriksaan, dan pengawasan pada tingkat mikro maupun makro. Penguatan sistem peringatan dini risiko disebut penting untuk memastikan operasional perbankan yang aman dan sehat, bersamaan dengan langkah pengendalian dan penanganan kredit bermasalah serta pembatasan terbentuknya kredit macet baru.

Selain itu, Bank Negara Vietnam menegaskan fokus pada penerapan komitmen pencegahan dan pemberantasan pencucian uang serta pendanaan terorisme. Arahan juga memuat penekanan pada strategi pengembangan komprehensif sektor perbankan dan keuangan, praktik penghematan dan pemberantasan pemborosan, serta peningkatan efisiensi pengelolaan modal negara.

Dalam Arahan No. 01, Gubernur Bank Negara Vietnam menetapkan tugas spesifik bagi seluruh sistem, yang mencakup pengelolaan kebijakan moneter, kredit, dan valuta asing; penguatan kerangka hukum; restrukturisasi lembaga kredit dan penanganan kredit macet; penguatan inspeksi dan pengawasan; promosi transformasi digital dan pembayaran tanpa uang tunai; serta upaya memastikan keamanan dan keselamatan sistem perbankan.