BERITA TERKINI
WHO: Mundurnya AS Merugikan Kesehatan Global dan Kepentingan AS, Kerja Sama Internasional Tetap Penting

WHO: Mundurnya AS Merugikan Kesehatan Global dan Kepentingan AS, Kerja Sama Internasional Tetap Penting

Jenewa — Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan keputusan Amerika Serikat untuk keluar dari WHO tidak hanya merugikan organisasi tersebut, tetapi juga berdampak besar terhadap kepentingan kesehatan Amerika Serikat serta masyarakat global.

Tedros menekankan bahwa tantangan kesehatan modern bersifat lintas batas dan tidak dapat dihadapi secara sepihak. Menurutnya, kolaborasi internasional tetap menjadi fondasi utama untuk mendeteksi, mencegah, dan merespons ancaman wabah penyakit menular di masa depan, termasuk potensi pandemi baru yang dapat muncul kapan saja.

Ia juga menegaskan WHO selama ini bekerja untuk melindungi seluruh negara tanpa terkecuali, termasuk Amerika Serikat. Tedros menepis tudingan bahwa WHO bertindak tidak independen, seraya menyatakan organisasi tersebut beroperasi berdasarkan mandat negara-negara anggota dan prinsip ilmiah yang disepakati secara internasional.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat menyatakan penarikan diri dilakukan karena menilai WHO gagal menjalankan reformasi dan tidak efektif dalam menangani pandemi COVID-19. Washington juga mengumumkan penghentian seluruh pendanaan serta penarikan personel AS dari berbagai kantor WHO di seluruh dunia.

Keputusan AS itu memunculkan kekhawatiran di kalangan pakar kesehatan global. Mereka menilai absennya AS berpotensi melemahkan sistem peringatan dini penyakit, koordinasi riset vaksin, serta penanganan krisis kesehatan global, mengingat peran finansial dan teknis AS yang selama ini signifikan di tubuh WHO.

WHO didirikan pada 1948 sebagai badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertugas memimpin dan mengoordinasikan upaya kesehatan dunia. Amerika Serikat merupakan salah satu anggota pendiri sekaligus penyumbang dana terbesar organisasi tersebut, sehingga keputusannya untuk keluar dinilai menjadi preseden penting dalam sejarah tata kelola kesehatan global.