BERITA TERKINI
IHSG Menguat ke 7.954 pada Pembukaan, Investor Cermati Sentimen Domestik dan Global

IHSG Menguat ke 7.954 pada Pembukaan, Investor Cermati Sentimen Domestik dan Global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (9/2/2026) pagi dengan penguatan. Pada pembukaan, IHSG tercatat naik 19,04 poin atau 0,24 persen ke level 7.954,30.

Sejalan dengan itu, Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga bergerak naik 2,60 poin atau 0,32 persen menjadi 818,18.

Analis pasar saham Liza Camelia Suryanata menilai IHSG berpeluang menembus level psikologis 8.000 dalam waktu dekat. Meski demikian, ia mengingatkan risiko konsolidasi tetap terbuka apabila area support 7.860 kembali ditembus, dengan potensi penurunan ke rentang 7.710–7.480.

Dari dalam negeri, sejumlah isu dinilai menahan laju penguatan. Investor mencermati akumulasi isu MSCI, penurunan rekomendasi (downgrade) Bursa oleh Goldman Sachs, UBS, dan Nomura, serta perubahan outlook sovereign Indonesia oleh Moody’s dari stabil menjadi negatif, meski peringkat Baa2 tetap dipertahankan.

Perubahan outlook tersebut turut disebut berdampak pada sejumlah emiten besar, antara lain BMRI, BBRI, BBNI, BBCA, BBTN, TLKM, ICBP, UNTR, dan MIND ID.

Di sisi kebijakan pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan aturan baru terkait free float untuk IPO, yang mewajibkan porsi saham publik minimal 15–25 persen sesuai kapitalisasi pasar. Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan IPO pada kuartal I 2026 masih mengikuti ketentuan lama dengan batas minimum 7,5 persen.

Bank Indonesia juga menegaskan komitmen menjaga stabilitas rupiah dan inflasi melalui stance pro-growth. Berdasarkan hasil stress test BI, sistem keuangan dinilai masih kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) 26 persen dan rasio likuiditas AL/DPK 28 persen, meski risiko kredit tetap perlu diawasi.

Dari sektor riil, Danantara memulai fase pertama enam proyek hilirisasi strategis senilai sekitar 7 miliar dolar AS yang diproyeksikan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja.

Pemerintah menegaskan fundamental ekonomi tetap solid. Data yang disampaikan mencakup pertumbuhan PDB kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen, pertumbuhan tahunan 5,11 persen, defisit APBN 2,92 persen, serta rasio utang terhadap PDB sekitar 40 persen.

Sentimen global turut menjadi perhatian pelaku pasar. Pekan ini, fokus investor mengarah pada rilis nonfarm payrolls (NFP) AS Januari 2026, hasil final pemilu Jepang, perundingan nuklir AS-Iran, serta tindak lanjut kesepakatan dagang AS-India.

Perdagangan akhir pekan lalu menunjukkan bursa Wall Street kompak menguat, dengan Dow Jones naik 2,47 persen, S&P 500 bertambah 1,97 persen, dan Nasdaq Composite menguat 2,15 persen. Bursa regional Asia pada pagi hari juga bergerak positif, antara lain Nikkei naik 4,57 persen, Shanghai 1,25 persen, Hang Seng 1,80 persen, dan Straits Times 0,79 persen.