Pelaku pasar memasuki pekan ini dengan perhatian tertuju pada sejumlah agenda domestik dan global. Dari dalam negeri, pasar masih menantikan isi kesepakatan dagang AS-Indonesia karena penandatanganan dokumen perjanjian disebut masih tertunda. Selain itu, pasar juga mencermati dampak penurunan outlook kredit yang sebelumnya diberikan oleh Moody’s.
Pekan lalu, selain terjadi aksi jual di pasar surat utang, Credit Default Swap (CDS) Indonesia turut meningkat dari 76,81 menjadi 79,61.
Berikut kalender agenda ekonomi dan beberapa jadwal rapat yang menjadi perhatian sepanjang pekan ini (sesuai waktu setempat).
Agenda awal pekan
Bank Indonesia dijadwalkan merilis Laporan Survei Konsumen Januari. Dari Jepang, akan dirilis data pendapatan tunai kotor (cash earning) yang mencerminkan kesehatan ekonomi, inflasi, dan daya beli konsumen, serta data neraca perdagangan dan pembayaran. Dari Amerika Serikat, pasar mencermati ekspektasi inflasi. Dari Eropa, perhatian mengarah pada data inflasi.
Di parlemen, terdapat agenda rapat pemberian pertimbangan Komisi VIII DPR dengan calon anggota Baznas dari unsur masyarakat, serta rapat kerja Komisi VIII DPR dengan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal RI.
Selasa, 10 Februari 2026
Bank Indonesia merilis Laporan Penjualan Eceran Desember. Jepang dijadwalkan merilis data uang beredar M2 dan M3. Dari AS, agenda meliputi data ekspor-impor dan rilis penjualan ritel. Dari Eropa, terdapat data penjualan industri dan produksi manufaktur, serta tingkat pengangguran International Labour Organization (ILO).
Singapura akan merilis data pertumbuhan ekonomi Kuartal IV-2025 dan pertumbuhan ekonomi. Di sisi agenda DPR, Komisi VIII dijadwalkan menggelar rapat kerja dengan Menteri Haji dan Umrah.
Rabu, 11 Februari 2026
Gaikindo dijadwalkan mengumumkan data penjualan kendaraan di Indonesia. Dari AS, akan dirilis data pengangguran. Dari Eropa, agenda mencakup inflasi serta neraca transaksi berjalan edisi Desember.
Kamis, 12 Februari 2026
Jepang merilis data Producer Price Index (PPI). Dari AS, perhatian tertuju pada penjualan rumah, neraca anggaran federal, serta data initial jobless claim. Thailand dijadwalkan merilis Bloomberg Feb. Thailand Economic Survey dan indeks kepercayaan konsumen. Selain itu, terdapat agenda Bloomberg Technoz Economic Outlook.
Jumat, 13 Februari 2026
Amerika Serikat akan merilis data inflasi atau Indeks Harga Konsumen (IHK). Dari Eropa, akan dirilis neraca perdagangan serta data pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025. Dari Thailand, agenda meliputi data cadangan devisa dan pertumbuhan ekonomi.

