BERITA TERKINI
United Tractors Siapkan Buyback Saham Maksimal Rp2 Triliun di Tengah Volatilitas Pasar

United Tractors Siapkan Buyback Saham Maksimal Rp2 Triliun di Tengah Volatilitas Pasar

PT United Tractors Tbk (UNTR), emiten Grup Astra, mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp2 triliun di tengah kondisi pasar modal yang berfluktuasi signifikan. Manajemen menilai buyback sebagai langkah strategis untuk mendukung stabilitas pasar sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham, serta mencerminkan keyakinan terhadap fundamental perseroan yang dinilai tetap solid.

Dalam keterbukaan informasi pada 22 Januari 2026, UNTR menyampaikan jumlah saham yang dapat dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor. Perseroan juga menegaskan porsi saham beredar (free float) akan tetap di atas 7,5%.

Buyback tersebut akan dibiayai sepenuhnya menggunakan dana internal, tanpa melibatkan pinjaman maupun dana hasil penawaran umum. Pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung selama maksimal tiga bulan, yakni dari 22 Januari hingga 15 April 2026, sesuai ketentuan POJK No. 13/2023.

Manajemen menyatakan buyback tidak akan berdampak material terhadap kinerja keuangan maupun operasional perseroan karena posisi modal dan arus kas dinilai memadai. Apabila seluruh anggaran buyback direalisasikan, aset dan ekuitas perseroan disebut akan berkurang maksimal sebesar Rp2 triliun.

Selama periode buyback, pihak internal dan pemegang saham utama dilarang melakukan transaksi saham UNTR. Saham hasil pembelian kembali akan dicatat sebagai saham treasuri dan dapat dialihkan kembali sesuai ketentuan yang berlaku.

Di pasar, saham UNTR terpantau berada dalam tekanan. Pada penutupan perdagangan Rabu (21/1/2026), saham UNTR turun 14,93% ke level Rp27.200 dan melemah 9,63% secara year to date. Meski demikian, dalam enam bulan terakhir saham UNTR masih mencatatkan penguatan 18,52%.

Perseroan berharap aksi buyback dapat menjaga kepercayaan investor, membantu menstabilkan pergerakan harga saham, serta memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan struktur permodalan jangka panjang.