Orientasi pembangunan nasional periode 2026-2030 yang tertuang dalam Resolusi Kongres Nasional ke-14 menempatkan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan transformasi digital sebagai penggerak utama. Transformasi digital dalam kerangka ini ditekankan bukan semata penerapan teknologi, melainkan juga pembaruan kepemimpinan, bimbingan, serta metode pelaksanaan tugas berbasis data digital. Arah perubahannya adalah bergeser dari fokus pada platform menuju hasil, dari kebijakan menuju produk, serta dari ide menuju nilai nyata bagi warga dan dunia usaha.
Dengan berpedoman pada semangat tersebut, komite Partai di berbagai tingkatan—dari pusat hingga daerah—disebut telah mendorong perubahan dalam cara kerja dan tata kelola. Salah satu daerah yang dinilai menonjol adalah Provinsi Lang Son, yang menerbitkan dan menerapkan Resolusi No. 49-NQ/TU sejak 2021 tentang transformasi digital hingga 2025 dengan visi sampai 2030. Komite Partai Provinsi menetapkan transformasi digital sebagai salah satu pilar strategi pembangunan daerah.
Di Lang Son, kebijakan dan tekad politik yang kuat disebut mendorong penerapan berbagai solusi untuk memodernisasi operasional lembaga dalam sistem politik. Pada 2023, Lang Son tercatat berada di peringkat ke-4 dari 63 provinsi dan kota dalam capaian transformasi digital. Saat ini, provinsi tersebut mengoperasikan 105 sistem informasi dan basis data, terdiri dari 46 sistem tingkat provinsi dan 59 sistem yang dikerahkan oleh pemerintah pusat.
Perkembangan platform digital tersebut berdampak pada layanan bagi warga dan pelaku usaha. Aplikasi Warga Digital Lang Son telah menarik lebih dari 30.000 akun. Sementara itu, sistem informasi prosedur administrasi menerima dan memproses hampir 500.000 permohonan setiap tahun. Tingkat layanan prosedur administrasi secara daring dilaporkan mencapai 86,28%, dengan tingkat permohonan yang diproses benar dan tepat waktu sebesar 99,9%.
Lang Son juga menerapkan platform gerbang perbatasan digital yang disebut telah berjalan efektif dan menghasilkan perubahan nyata, termasuk pengurangan waktu serta biaya bagi warga dan pelaku usaha.
Selain itu, provinsi ini meluncurkan “Asisten Virtual Pegawai Negeri Sipil Digital Provinsi Lang Son” pada akhir 2025. Hingga kini, layanan tersebut telah memberikan akses kepada sekitar 4.700 pejabat dan pegawai negeri sipil, dengan fungsi mendukung pencarian dokumen, memberikan panduan profesional, serta membantu standardisasi proses kerja dan aktivitas pelayanan publik.
Menurut kepala Kantor Komite Partai Provinsi Lang Son, setelah satu tahun implementasi proyek transformasi digital di lembaga-lembaga Partai, proses digitalisasi data dipercepat dan mulai membentuk basis data khusus sebagai fondasi pengembangan aplikasi digital.
Di tingkat provinsi, lebih dari 2,22 juta halaman arsip telah didigitalisasi dan lebih dari 1 juta dokumen dipindahkan ke arsip elektronik. Hingga saat ini, 100% dokumen dipertukarkan secara elektronik, ditandatangani secara digital, serta terhubung antara lembaga Partai di semua tingkatan dan antara lembaga Partai dengan lembaga lain dalam sistem politik.
Sekretaris Komite Partai sekaligus Ketua Dewan Rakyat Komune Dong Dang, Trinh Tien Duy, menyatakan transformasi digital secara bertahap mengubah metode kerja tradisional. Di wilayahnya, seluruh 36 kepala desa telah dilatih dan menggunakan perangkat lunak “Kepala Desa 4.0”. Ia menilai penggunaan sistem tersebut mempercepat pemahaman situasi penduduk, pelaksanaan kebijakan, serta penghimpunan pendapat masyarakat secara lebih cepat dan transparan, sehingga memperkuat hubungan antara Partai dan rakyat.
Secara keseluruhan, transformasi digital disebut berkontribusi pada pembaruan metode kepemimpinan Partai dan menjadi landasan bagi komite serta organisasi Partai di berbagai tingkatan untuk menerapkan motto aksi Komite Pengarah Pusat Bidang Sains, Teknologi, Inovasi, dan Transformasi Digital: “Aksi terobosan, penyebaran hasil”. Dalam pelaksanaannya, transformasi digital dihubungkan dengan pembaruan cara kerja berbasis data dan teknologi, dengan setiap lembaga dan unit diminta menetapkan tugas serta produk yang spesifik dan mengukur efektivitasnya.

