Penerapan pembayaran digital di Kampung Derawan, Pulau Derawan, Kalimantan Timur, kian meluas. Hampir seluruh aktivitas ekonomi masyarakat—mulai dari pelaku UMKM hingga layanan pariwisata—kini menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran utama.
Kepala Kampung Derawan, Indra Mahardika, mengatakan penggunaan QRIS telah mempermudah transaksi, terutama bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut.
“Di Derawan hampir 100 persen transaksi sudah menggunakan QRIS. Mulai dari pelaku UMKM kecil, penjual pentol, kue tradisional, warung sembako, rumah makan, hingga penginapan dan transportasi wisata,” ujar Indra saat diwawancara, Kamis (22/01).
Menurut Indra, tren transaksi non-tunai di kalangan wisatawan turut mendorong pelaku usaha lokal untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan sistem pembayaran digital.
“Wisatawan sekarang lebih nyaman transaksi non-tunai. Dengan QRIS, tidak ada lagi kendala uang kecil, lebih praktis, dan pencatatannya juga lebih rapi,” katanya.
Ia menambahkan, digitalisasi pembayaran melalui QRIS dinilai memperkuat tata kelola ekonomi kampung. Arus transaksi dapat dipantau lebih baik sehingga mendukung transparansi dan akuntabilitas usaha masyarakat, termasuk yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).
Budaya transaksi digital, lanjut Indra, juga telah menyentuh kehidupan sehari-hari warga. Hampir seluruh kios, warung rumah tangga, hingga penyedia jasa wisata telah beralih menggunakan pembayaran berbasis kode QR.
“Bahkan warung kecil milik warga pun sudah pakai QRIS. Ini menjadi kebanggaan kami karena masyarakat cepat beradaptasi dengan teknologi,” ujarnya.
Atas capaian tersebut, Kampung Derawan disebut sempat dinobatkan sebagai salah satu kampung wisata dengan tingkat digitalisasi transaksi tertinggi, sejalan dengan upaya mendorong inklusi keuangan dan penguatan ekonomi lokal berbasis pariwisata.

