BERITA TERKINI
Samir Beberkan Penyebab Anak Muda Rentan Kredit Macet, Soroti Literasi Keuangan dan Gaya Hidup Konsumtif

Samir Beberkan Penyebab Anak Muda Rentan Kredit Macet, Soroti Literasi Keuangan dan Gaya Hidup Konsumtif

Perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) mengungkap sejumlah faktor yang membuat kalangan muda rentan terjerat kredit macet. CEO Samir Yonathan Gautama menilai persoalan tersebut antara lain dipicu manajemen keuangan pribadi yang belum matang, gaya hidup konsumtif, serta kurangnya pemahaman terhadap kewajiban membayar tepat waktu.

Yonathan mengatakan, kondisi itu menjadi alasan Samir menekankan pentingnya edukasi dan literasi keuangan agar pengguna muda dapat memanfaatkan layanan pinjaman secara bijak dan produktif. Menurutnya, pemahaman yang memadai diperlukan agar pinjaman tidak digunakan di luar kemampuan bayar.

Di sisi regulasi, Yonathan menilai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Surat Edaran OJK (SEOJK) Nomor 19 Tahun 2025—yang memuat pembatasan umur serta rasio penghasilan borrower—dapat berdampak positif bagi industri. Ia menyebut aturan tersebut dapat memperkuat prinsip kehati-hatian, termasuk dalam pengelolaan risiko.

Yonathan menambahkan, kebijakan itu sejalan dengan fokus Samir yang membatasi akses layanan pinjaman hanya bagi individu yang memiliki kapasitas finansial memadai. Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan, salah satunya terkait persyaratan penghasilan. Karena itu, Samir membutuhkan dukungan layanan pendukung agar proses verifikasi dapat dilakukan lebih akurat.

Pernyataan Samir muncul di tengah meningkatnya kredit macet di kelompok usia muda. Data statistik OJK mencatat jumlah peminjam di bawah 19 tahun yang pinjamannya macet mencapai 21.774 akun pada semester I-2025, melonjak 763% dibanding semester I-2024 yang sebanyak 2.521 akun. Sementara itu, pinjaman macet pada kelompok usia 19–34 tahun naik 54,4% secara tahunan menjadi 438.707 akun pada semester I-2025.

Dari sisi perusahaan, Yonathan menyebut Samir melihat tren peningkatan kredit macet di kalangan pengguna muda sejalan dengan semakin luasnya akses terhadap layanan keuangan digital. Namun, ia mengatakan secara umum tren kredit macet di segmen muda masih dalam pemantauan wajar.

Untuk mengantisipasi peningkatan dari segmen tersebut, Samir menyatakan akan terus melakukan evaluasi berkala guna memastikan kualitas penyaluran tetap terjaga dan sesuai prinsip kehati-hatian, termasuk melalui analisis kelayakan dan perilaku peminjam. Samir juga mengedukasi pengguna melalui berbagai kanal serta mengimbau agar pinjaman digunakan sesuai kebutuhan produktif dan kemampuan membayar dipastikan sebelum pengajuan dilakukan.