Harga saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Astra International Tbk (ASII) berbalik menguat setelah kedua emiten mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham. Kabar ini menjadi perhatian pelaku pasar, mengingat UNTR dan ASII merupakan saham berkapitalisasi besar (blue chip) di Bursa Efek Indonesia.
Pada perdagangan Kamis, 22 Januari 2026, saham UNTR ditutup di level 27.450, naik 250 poin atau 0,92% dibandingkan sehari sebelumnya. Kenaikan ini menghentikan tren penurunan, setelah pada 20 Januari 2026 saham UNTR masih berada di level 31.800.
Di waktu yang sama, saham ASII naik 175 poin atau 2,65% ke level 6.775. Sebelumnya, pada 20 Januari 2026, harga saham ASII masih di level 7.250.
Manajemen UNTR akan melakukan buyback saham tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan anggaran maksimal Rp 2 triliun. Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis Kamis (22/1), periode buyback berlangsung mulai 22 Januari 2026 hingga 15 April 2026.
Dalam rencana tersebut, jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor. UNTR juga menyatakan porsi saham free float setelah buyback tidak akan turun di bawah 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor.
Manajemen UNTR menilai aksi korporasi ini tidak akan menimbulkan dampak negatif yang material terhadap kinerja operasional maupun pendapatan. Perusahaan menyebut memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk membiayai buyback serta mendukung kegiatan usaha.
Selain memberi keyakinan kepada investor atas nilai fundamental saham UNTR, buyback juga diharapkan membantu menstabilkan harga saham di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Sementara itu, ASII—sebagai induk usaha UNTR—telah lebih dulu memulai periode buyback saham tanpa RUPS sejak 19 Januari 2026 hingga 25 Februari 2026. ASII juga menyiapkan anggaran sebesar Rp 2 triliun untuk aksi tersebut.
Head of Research KISI Muhammad Wafi menilai rencana buyback dapat efektif sebagai stabilisator harga di tengah tekanan sentimen negatif. Menurutnya, besarnya alokasi dana menjadi sinyal bahwa manajemen menilai harga sahamnya berada di level undervalued dan didukung likuiditas yang kuat.
Dalam rekomendasinya, Wafi menyarankan beli saham ASII dengan target harga Rp 7.600 per saham. Adapun untuk UNTR, ia merekomendasikan hold dengan target harga Rp 26.900 per saham.

