Amerika Serikat (AS) dan negara-negara anggota NATO dilaporkan tengah berseteru menyusul rencana Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Situasi tersebut disebut disambut dengan rasa puas oleh lingkaran dekat Presiden Rusia Vladimir Putin karena dinilai menguntungkan Moskow di tengah perang Rusia-Ukraina.
Dalam polemik ini, ancaman Trump untuk menjatuhkan tarif kepada sekutu-sekutu NATO dipandang sebagai sinyal melemahnya aliansi transatlantik. Ketegangan antara AS dan NATO itu kemudian dinilai dapat memberi keuntungan bagi Rusia.
Konflik di Ukraina selama ini juga digambarkan sebagai perang proksi melawan NATO. Karena itu, meningkatnya ketegangan AS-NATO dipandang berpotensi melemahkan aliansi Barat pada fase penting konflik.
Sejumlah pernyataan bernada mengejek dari pejabat tinggi Rusia pun muncul, salah satunya disampaikan Kirill Dmitriev. Ia disebut sebagai figur penting Rusia yang terlibat dalam berbagai jalur komunikasi dengan Washington terkait perang di Ukraina. Dalam pernyataannya, Kirill menyebut aliansi transatlantik telah berakhir.
Di tengah situasi tersebut, digelar latihan militer yang melibatkan pasukan dari Prancis, Jerman, dan sejumlah negara Eropa lainnya. Pekan lalu, pasukan-pasukan itu dilaporkan telah tiba di Greenland.

