Harga sejumlah komoditas mencatat pergerakan pada penutupan bursa dan pasar fisik pada 22 Januari 2026 untuk penyerahan Februari 2026. Di bursa CBOT, kedelai (soybean) ditutup pada 1.064,0 sen dolar AS per bushel, sementara minyak kedelai (soy oil) berada di 53,78 sen dolar AS per pound.
Di pasar Eropa, harga crude palm oil (CPO) asal Indonesia/Malaysia dengan skema cif Rotterdam tercatat US$1.250 per ton berdasarkan posisi 21 Januari. Adapun RBD olein asal Malaysia dengan skema fob Malaysia bergerak dari US$1.045 per ton pada 21 Januari menjadi US$1.060 per ton pada 22 Januari.
Untuk kontrak berjangka di Malaysia Derivatives Exchange (MDEX), CPO naik dari 4.112 per ton pada 21 Januari menjadi 4.142 per ton pada 22 Januari. Di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), CPO meningkat dari Rp14.550 per kg pada 21 Januari menjadi Rp14.690 per kg pada 22 Januari.
Di Jakarta Futures Exchange (JFX), kontrak OLE naik tipis dari Rp17.345 per kg pada 21 Januari menjadi Rp17.370 per kg pada 22 Januari. Sementara itu, harga CPO di KPB Nusantara untuk pengiriman Dmi/Blw/Ktj bergerak dari Rp14.690 per kg pada 21 Januari menjadi Rp14.825 per kg pada 22 Januari.
Dari sisi nilai tukar tengah (middle rate) terhadap dolar AS, MYR tercatat 4,054 pada 21 Januari dan 4,055 pada 22 Januari, dengan padanan Rp4.188,72 dan Rp4.183,24. Sementara kurs IDR berada di 16.981,00 pada 21 Januari dan 16.963,00 pada 22 Januari.

