BERITA TERKINI
Prabowo Paparkan Kinerja Ekonomi Indonesia di WEF 2026: Pertumbuhan di Atas 5% dan Inflasi 2–3%

Prabowo Paparkan Kinerja Ekonomi Indonesia di WEF 2026: Pertumbuhan di Atas 5% dan Inflasi 2–3%

Presiden Indonesia Prabowo Subianto menjadi salah satu pembicara dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Dalam forum tahunan tersebut, Prabowo memaparkan kondisi ekonomi Indonesia, termasuk pertumbuhan, inflasi, serta kebijakan fiskal pemerintah.

Prabowo mengatakan ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari 5% setiap tahun selama satu dekade terakhir. Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi pada tahun ini akan lebih tinggi.

Selain pertumbuhan, Prabowo menuturkan inflasi Indonesia berada pada kisaran 2–3%. Ia juga menyebut defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dijaga di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan lembaga internasional menilai positif kondisi ekonomi Indonesia berdasarkan bukti, bukan sekadar optimisme. Ia menegaskan kebijakan pemerintah, menurutnya, telah dan akan terus disesuaikan secara terukur.

Prabowo juga menyinggung soal stabilitas nasional. Ia menyebut kedamaian dan stabilitas di Indonesia bukan terjadi karena keberuntungan, melainkan karena pilihan untuk mengutamakan persatuan, persahabatan, dan kerja sama dibanding konfrontasi atau permusuhan.

Di hadapan peserta WEF, Prabowo turut menyinggung Danantara. Ia menyatakan Danantara mengelola aset dan pendapatan lebih dari USD 1 triliun, yang menurutnya dapat menjadi modal bagi kemajuan Indonesia ke depan.

Prabowo menyebut keberadaan Danantara membuat Indonesia dapat tampil sebagai mitra yang setara, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang menawarkan peluang. Ia juga menyatakan optimistis perjalanan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengejutkan banyak pihak di dunia.