Data terbaru dari Perusahaan Pembayaran Nasional Vietnam (NAPAS) menunjukkan pergeseran yang semakin jelas dalam kebiasaan pembayaran masyarakat. Penarikan tunai melalui ATM terus menurun dari tahun ke tahun, sementara transaksi non-tunai seperti transfer cepat NAPAS247, VietQR, dan pembayaran digital mencatat pertumbuhan konsisten. Perubahan ini mengindikasikan uang tunai perlahan kehilangan peran dominannya dalam transaksi harian, seiring menguatnya ekosistem pembayaran di ekonomi digital.
Menurut NAPAS, pada 2025 penarikan tunai ATM diproyeksikan turun ke level terendah sepanjang sejarah. Volume transaksi penarikan tunai disebut menurun 29% dan nilai transaksinya turun 26% dibandingkan 2024. NAPAS menilai penurunan ini bukan sekadar fenomena siklus, melainkan mencerminkan tren struktural karena masyarakat semakin berkurang ketergantungannya pada uang tunai.
Tren penurunan tersebut telah terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, transaksi penarikan ATM turun 16,9% dari sisi jumlah dan 19,5% dari sisi nilai. Penurunan berlanjut pada 2024, ketika jumlah transaksi kembali turun 19,5%. Memasuki 2025, laju penurunan tidak melambat dan justru mencetak rekor penurunan baru dalam beberapa tahun.
Di sisi lain, transaksi yang diproses melalui sistem NAPAS terus tumbuh. Pada 2025, total jumlah transaksi melalui NAPAS meningkat 24%, sementara nilai transaksi naik 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Layanan transfer cepat NAPAS247 tetap menjadi pendorong utama, dengan jumlah transaksi naik 27% dan nilai transaksi meningkat 8%. Pembayaran online juga mencatat kenaikan lebih dari 25% dalam jumlah transaksi dibandingkan 2024.
NAPAS menilai perubahan ini mencerminkan pergeseran kebiasaan belanja dan pembayaran masyarakat. Metode pembayaran digital dinilai menawarkan kecepatan pemrosesan, biaya yang wajar, serta kenyamanan, didukung oleh infrastruktur pembayaran yang semakin berkembang.
Seiring perubahan perilaku pengguna, NAPAS menyebut investasi dan pengoperasian infrastruktur pembayaran nasional menjadi fokus. Pada 2025, perusahaan memprioritaskan peningkatan sistem switching keuangan dan kliring elektronik untuk menjaga operasi tetap stabil sekaligus meningkatkan kapasitas pemrosesan transaksi, sejalan dengan kebutuhan pasar pembayaran ritel yang terus tumbuh.
Aspek manajemen risiko dan pencegahan penipuan juga menjadi perhatian. Pada 2025, NAPAS menandatangani kerja sama strategis dengan Departemen A05 di bawah Kementerian Keamanan Publik, serta bekerja sama dengan 10 organisasi anggota untuk menerapkan sistem peringatan risiko transaksi berbasis data SIMO dari Bank Negara Vietnam. Melalui koneksi ini, organisasi anggota disebut dapat memanfaatkan sistem pemantauan A05 dan SIMO untuk meningkatkan kemampuan pencegahan dan penanganan penipuan.
Sepanjang 2025, NAPAS menyatakan telah mengirim lebih dari 3,4 juta peringatan transaksi mencurigakan kepada pelanggan agar pengguna dapat segera menghentikan transaksi yang menunjukkan tanda penipuan atau kecurangan. NAPAS juga berkolaborasi dengan Asosiasi Perbankan Vietnam untuk menyusun buku panduan penanganan rekening dan kartu yang dicurigai terkait penipuan. Pada akhir 2025, sebanyak 47 bank disebut akan menerapkan alat tersebut.
Dari sisi perluasan layanan, NAPAS melanjutkan penerapan solusi pembayaran baru. Layanan VIETQRPay untuk pembayaran ritel domestik dan VIETQRGlobal untuk pembayaran lintas batas memperluas cakupan penggunaan. Pada 2025, koneksi pembayaran QR bilateral antara Vietnam dan Tiongkok disebut akan rampung, sehingga wisatawan Tiongkok dapat melakukan pembayaran di Vietnam, melengkapi pasar yang sebelumnya telah terhubung seperti Thailand, Laos, dan Kamboja.
NAPAS juga meluncurkan VIETQRMe, solusi pembayaran dengan kode QR yang ditampilkan pelanggan untuk sektor transportasi umum seperti bus, metro, dan area parkir. Selain itu, peluncuran Apple Pay dengan kartu NAPAS serta perluasan Tap and Pay pada perangkat Android menambah opsi pembayaran non-tunai bagi pengguna.
NAPAS menyebut pembayaran NAPAS dan Apple Pay telah diterapkan di Jalur Metro 1 (Ben Thanh–Suoi Tien) serta jaringan bus dalam kota di Ho Chi Minh City, dan sedang diperluas di Hanoi. Penerapan ini dinilai menunjukkan pembayaran non-tunai semakin masuk ke aktivitas sehari-hari warga perkotaan.
Dalam Konferensi Pelaksanaan Tugas NAPAS 2026, Ketua Dewan Direksi NAPAS Nguyen Quang Hung menyampaikan bahwa transaksi pembayaran terus tumbuh, didorong kemajuan teknologi dan metode pembayaran baru seperti kode QR, pembayaran tanpa kontak, otentikasi biometrik, serta solusi dompet elektronik terintegrasi multi-layanan. Ia juga menilai kebijakan dan kerangka hukum pembayaran elektronik semakin lengkap, sehingga meningkatkan transparansi, keamanan, serta memudahkan akses metode pembayaran modern bagi individu dan bisnis untuk mendorong ekonomi digital.
Dari sisi otoritas, Wakil Gubernur Bank Negara Vietnam Pham Tien Dung menyatakan bahwa di tengah pertumbuhan cepat kedatangan wisatawan internasional ke Vietnam, pengembangan infrastruktur pembayaran nasional secara luas dan mendalam merupakan kebutuhan penting. Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari pengalihan miliaran transaksi maupun penerapan teknologi modern tetap untuk melayani masyarakat, dengan kriteria lebih cepat, lebih aman, dan lebih hemat biaya.

