BERITA TERKINI
Pasar Waspada Pekan Depan: Uji Calon Deputi Gubernur BI dan Keputusan Suku Bunga The Fed Jadi Sorotan

Pasar Waspada Pekan Depan: Uji Calon Deputi Gubernur BI dan Keputusan Suku Bunga The Fed Jadi Sorotan

Jakarta—Pasar keuangan domestik diperkirakan masih rentan bergejolak pada pekan depan. Pelaku pasar menanti sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri yang dinilai berpotensi memicu koreksi, baik di pasar saham maupun nilai tukar.

Dari dalam negeri, perhatian investor terutama tertuju pada proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Juda Agung, yang mengundurkan diri sejak 13 Januari 2026. Tiga nama yang mengikuti proses ini adalah Solikin M. Juhro, Thomas Djiwandono, dan Dicky Kartikoyono.

Solikin M. Juhro telah menjalani fit and proper test pada Jumat (23/1/2026). Sementara itu, dua kandidat lainnya dijadwalkan mengikuti uji kelayakan pada Senin (26/1/2026). Untuk agenda Senin tersebut, Dicky Kartikoyono dijadwalkan pada pukul 14.00–15.00, sedangkan Thomas Djiwandono pada pukul 16.00–17.00.

Di tengah proses tersebut, muncul kekhawatiran di pasar terkait independensi BI, menyusul salah satu kandidat, Thomas Djiwandono, yang merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto. Isu ini dinilai dapat menjadi katalis negatif bagi pasar.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan independensi DPR dalam menilai calon Deputi Gubernur BI tetap terjaga. Ia menyatakan Thomas memiliki kemampuan dan rekam jejak yang baik, serta menilai independensi BI tidak akan terganggu karena pengambilan keputusan dilakukan secara kolektif kolegial.

Setelah rangkaian fit and proper test pada Senin, Komisi XI DPR RI dijadwalkan mengambil keputusan melalui musyawarah untuk mufakat. Nama terpilih selanjutnya akan ditetapkan dalam rapat paripurna pada Selasa (27/1/2026).

Dari luar negeri, sorotan pasar mengarah pada keputusan kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) yang akan diumumkan pada Kamis (29/1/2026) dini hari. Keputusan ini dinilai krusial karena muncul di tengah kondisi geopolitik yang memanas dan dinamika ekonomi global.

Berdasarkan Fedwatch Tools, The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5%–3,75%. Namun, perhatian pasar juga tertuju pada meningkatnya tekanan politik terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, termasuk desakan Presiden AS Donald Trump agar Powell mundur.

Trump menyatakan telah mengantongi calon pengganti Powell dan mengaku sudah melakukan wawancara langsung. Ia juga menyebut proses seleksi telah mengerucut dari tiga nama menjadi dua, dan dalam pikirannya kini tinggal satu nama. Sejumlah kandidat yang disebut antara lain Direktur National Economic Council Kevin Hassett, eksekutif BlackRock Rick Rieder, Gubernur The Fed Christopher Waller, serta mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh.

Ketegangan antara Trump dan Powell disebut mengerucut bulan ini setelah Gedung Putih mengeluarkan surat panggilan terkait dugaan penyelidikan kriminal atas renovasi markas besar The Fed. Powell menilai langkah tersebut sebagai upaya untuk menjatuhkannya.

Selain faktor kebijakan moneter, pasar juga mencermati aksi korporasi sejumlah emiten. Perusahaan milik Prajogo Pangestu dijadwalkan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Senin (26/1/2026) di Jakarta. Dalam keterbukaan informasi disebutkan pemegang saham dapat mengusulkan mata acara rapat secara tertulis kepada direksi, dengan syarat diusulkan oleh satu atau lebih pemegang saham yang mewakili sedikitnya 1/20 dari seluruh saham dengan hak suara yang sah. Usulan wajib diterima direksi paling lambat tujuh hari sebelum pemanggilan rapat, yakni Jumat, 26 Desember 2025.

Di sisi lain, PT Rukun Raharja (RAJA) akan membayarkan dividen interim pada 28 Januari 2026. Dividen interim yang dibagikan sebesar Rp25 per saham, dengan cum dividen tercatat terjadi pada 8 Januari 2026.

Dengan kombinasi agenda domestik dan global tersebut, pelaku pasar diperkirakan akan bersikap lebih berhati-hati dalam mencermati arah pergerakan aset keuangan sepanjang pekan depan.