Menjelang peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat, generasi muda di negara itu menghadapi tantangan ekonomi yang semakin berat. Kondisi ini membuat upaya untuk mencapai “American Dream” kian sulit, terutama karena tekanan biaya hidup yang tinggi.
Di tengah situasi tersebut, pasar saham Amerika disebut lebih banyak dikuasai kelompok usia lanjut. Sementara itu, generasi muda dinilai semakin terpinggirkan, seiring terbatasnya ruang bagi mereka untuk membangun kestabilan ekonomi di tengah beban pengeluaran sehari-hari.
Gambaran ini menegaskan adanya ketimpangan antargenerasi dalam akses dan kemampuan memanfaatkan instrumen ekonomi, dengan biaya hidup yang terus membebani menjadi salah satu faktor utama yang dirasakan generasi muda.

