Wakil Presiden Indodax, Antony Kusuma, menilai penurunan harga Bitcoin hingga berada di bawah level US$90.000 dipengaruhi oleh faktor global. Menurutnya, pergerakan tersebut terjadi di tengah kondisi makroekonomi dunia yang masih menjadi bayang-bayang bagi prospek aset kripto.
Pernyataan ini menyoroti bahwa dinamika harga Bitcoin tidak hanya ditentukan oleh sentimen pasar kripto, tetapi juga dipengaruhi perkembangan ekonomi global. Dalam konteks tersebut, prospek Bitcoin pada kuartal I 2026 turut dipandang berada dalam tekanan ketidakpastian makroekonomi.

