Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren pelemahan dan kembali turun ke bawah level psikologis 9.000. Pada perdagangan Kamis (22/1/2026), IHSG melemah 18,15 poin atau 0,20% ke level 8.992,18 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pergerakan IHSG saat ini masih berada dalam fase wave [iv] dari wave 5. Dengan kondisi tersebut, IHSG dinilai masih berisiko melanjutkan koreksi dalam jangka pendek.
“IHSG masih rawan terkoreksi dengan target terdekat menguji area 8.988–8.956,” ujar Herditya dalam risetnya, Jumat (23/1/2026). Di sisi lain, peluang penguatan jangka pendek disebut relatif terbatas, dengan area resistance awal di kisaran 9.024–9.034.
Adapun level support IHSG berada di area 8.956 dan 8.905, sementara resistance selanjutnya berada di level 9.120 dan 9.192.
Seiring kondisi pasar tersebut, MNC Sekuritas menyampaikan sejumlah rekomendasi saham untuk dicermati, yakni ADRO, BBCA, ESSA, dan MAPI.
ADRO (PT Alamtri Resources Indonesia Tbk) tercatat menguat 3,98% ke level 2.350 dengan peningkatan volume pembelian. Herditya menilai posisi ADRO berada pada bagian dari wave (v) dari wave [i] dari wave C, sehingga masih berpeluang melanjutkan penguatan. Target harga ADRO berada di 2.420 dan 2.490.
BBCA (PT Bank Central Asia Tbk) terkoreksi 0,65% ke level 7.650 dan masih didominasi tekanan jual. MNC Sekuritas memperkirakan BBCA berada pada bagian dari wave v dari wave (c) dari wave [ii], sehingga koreksi dinilai masih berpotensi berlanjut sebelum kembali menguat. Rekomendasi yang diberikan adalah buy on weakness di rentang 7.525–7.625, dengan target harga 7.800 dan 8.100. Adapun stop loss ditetapkan di bawah 7.375.
ESSA (PT Surya Esa Perkasa Tbk) menguat tipis 0,75% ke level 670, namun masih disertai tekanan jual yang cenderung meningkat. Herditya menilai ESSA berada di awal wave iii dari wave (c) dari wave [y], sehingga peluang penguatan masih terbuka. Target harga ESSA berada di 710 dan 745.
MAPI (PT Mitra Adiperkasa Tbk) melesat 4,55% ke level 1.265 dan didukung dominasi volume pembelian. Kenaikan ini sekaligus membawa MAPI menembus cluster MA60 dan MA200. Herditya memperkirakan MAPI berada pada bagian dari wave iii dari wave (iii). Target harga MAPI berada di 1.285 dan 1.300, dengan stop loss di bawah 1.215.

