Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 39,31 poin atau 0,44 persen ke level 9.031,49 pada perdagangan Jumat (23/1/2026). Pembukaan ini membawa IHSG kembali ke level psikologis 9.000 setelah pada perdagangan Kamis (22/1/2026) ditutup melemah di posisi 8.992,18.
Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Pada pukul 09.20 WIB, IHSG tercatat turun signifikan ke level 8.950,34, lebih rendah dibanding penutupan hari sebelumnya. Pada sesi I, indeks bahkan sempat menyentuh titik terendah di posisi 8.868,40.
Di sisi lain, IHSG juga sempat mencapai level tertinggi 9.039,6 setelah pembukaan perdagangan.
Dari sisi market breadth, pergerakan pasar cenderung negatif. Tercatat sebanyak 417 saham melemah, 141 saham menguat, dan 141 saham stagnan. Aktivitas perdagangan menunjukkan volume transaksi mencapai 13,87 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp6,74 triliun, sementara frekuensi transaksi tercatat 745 ribu kali.
Riset PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk memperkirakan IHSG cenderung bergerak positif pada rentang 8.931-9.041 pada perdagangan hari ini. Menurut riset tersebut, pergerakan IHSG berpotensi terdorong penguatan indeks utama bursa Wall Street yang didukung sentimen positif dari kondisi geopolitik.
Disebutkan, tensi antara Amerika Serikat dan Eropa mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan mengenakan tarif tambahan terhadap sejumlah negara Eropa, apabila tuntutannya terkait kepemilikan Greenland dipenuhi.
“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 8.931 dan resistance pada level 9.041 dengan kecenderungan menguat,” tulis Tim Riset Reliance Sekuritas Indonesia dalam risetnya, dikutip Jumat (23/1/2026).

