Jakarta—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tipis pada perdagangan Kamis (22/01/2026) setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi. Penguatan ini mencerminkan mulai kembalinya minat beli investor, meski pasar masih dibayangi sikap wait and see terhadap berbagai sentimen eksternal.
IHSG mengakhiri perdagangan naik 5,41 poin atau 0,06 persen ke level 9.015,74, dari penutupan sebelumnya 9.010,33. Sejak pembukaan, indeks bergerak pada rentang 9.002 hingga 9.038 dengan aktivitas transaksi yang dinilai relatif moderat.
Secara sektoral, penguatan IHSG terutama ditopang sektor properti dan infrastruktur, serta pergerakan positif saham-saham lapis kedua. Sementara itu, sektor keuangan dan komoditas cenderung bergerak terbatas sehingga menahan laju penguatan indeks.
Sejumlah saham turut menjadi penggerak utama. Saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat kenaikan seiring meningkatnya minat investor pada sektor properti. Saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) juga menguat, didorong sentimen positif pada sektor energi dan jasa penunjangnya.
Di kelompok saham berkapitalisasi kecil, PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) mencuri perhatian setelah mencatat lonjakan harga dan masuk jajaran saham dengan penguatan terbesar pada perdagangan Kamis.
Di sisi lain, tekanan jual masih terlihat pada beberapa saham. PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) dan PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) melemah dan menjadi salah satu faktor yang membatasi penguatan IHSG.
Penguatan IHSG pada sesi ini dinilai sebagai rebound teknikal setelah indeks terkoreksi pada perdagangan sebelumnya akibat aksi ambil untung. Investor disebut mulai melakukan akumulasi terbatas pada saham-saham yang dinilai telah berada pada level harga menarik.
Meski demikian, pelaku pasar masih cenderung berhati-hati. Volume transaksi belum menunjukkan peningkatan signifikan, yang mencerminkan sikap selektif investor dalam menempatkan dana. Perkembangan sentimen global dan pergerakan pasar regional masih menjadi faktor utama yang dicermati.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas selama mampu bertahan di atas level support psikologis 9.000. Adapun resistance terdekat berada di kisaran 9.050 hingga 9.100.
Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan tetap diwarnai volatilitas jangka pendek. Investor disarankan mencermati saham-saham berfundamental baik serta menerapkan strategi investasi yang terukur di tengah dinamika pasar.

