JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/1/2026) dibuka menguat 41,48 poin atau 0,46% ke level 9.052. Penguatan ini sejalan dengan rebound mayoritas bursa saham dunia.
Kenaikan IHSG pada awal perdagangan ditopang penguatan sejumlah sektor, antara lain energi, industri, konsumer non primer, keuangan, properti, kesehatan, teknologi, dan infrastruktur.
Seiring penguatan indeks, sejumlah saham mencatat lonjakan harga. Saham YOII naik 34,26% menjadi Rp 145, INAI menguat 24,80% menjadi Rp 312, RMKO naik 24,77% menjadi Rp 1.385, dan PGUN menguat 19,87% menjadi Rp 13.725.
Sehari sebelumnya, IHSG ditutup melemah 124,37 poin atau 1,36% ke level 9.010. Pada perdagangan tersebut, investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,89 triliun, yang disebut sebagai net sell harian terbesar sepanjang year to date. Penjualan bersih terbesar tercatat pada saham BBCA sebesar Rp 1,72 triliun.
Pelemahan IHSG pada penutupan perdagangan sebelumnya terjadi seiring rontoknya bursa saham global yang dipicu sentimen negatif dari Amerika Serikat. Tekanan terhadap indeks juga datang dari saham-saham grup Astra, setelah UNTR anjlok hingga auto reject bawah (ARB) dan ASII melemah 9,28%.
Meski IHSG melemah pada perdagangan sebelumnya, sejumlah saham justru melesat hingga auto reject atas (ARA). Saham BELL naik 34,46% menjadi Rp 199, ESIP naik 34,52% menjadi Rp 113, INAI naik 34,41% menjadi Rp 250, dan UANG menguat 25% menjadi Rp 6.250.
ARA juga terjadi pada AIMS yang naik 24,76% menjadi Rp 655, RMKO menguat 24,72% menjadi Rp 1.110, CBPE naik 24,68% menjadi Rp 384, MKAP menguat 24,65% menjadi Rp 910, PUDP naik 24,43% menjadi Rp 550, PSKT naik 24,84% menjadi Rp 402, GOLF naik 24,62% menjadi Rp 324, serta PGUN menguat 19,90% menjadi Rp 11.450.

