BERITA TERKINI
Harga Minyak Dunia Stabil di Tengah Pelemahan Dolar AS dan Sentimen Risk-on

Harga Minyak Dunia Stabil di Tengah Pelemahan Dolar AS dan Sentimen Risk-on

Harga minyak dunia terpantau stabil seiring membaiknya minat investor terhadap aset berisiko (risk-on) dan melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat. Dua faktor tersebut membantu meredam kekhawatiran pasar terkait potensi melimpahnya pasokan minyak di Amerika Serikat dan sejumlah wilayah lain.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bertahan di kisaran US$60 per barel dan berada di jalur kenaikan mingguan untuk kelima kalinya secara beruntun. Sementara itu, Brent ditutup mendekati US$64 per barel.

Data ekonomi yang dirilis pada Kamis (22/1) menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih tinggi dari perkiraan awal pada kuartal ketiga. Kondisi itu turut menekan dolar AS, yang pada gilirannya membuat komoditas—termasuk minyak—menjadi relatif lebih murah bagi pembeli di luar negeri.

Sentimen pasar juga mendapat dukungan dari China sebagai importir minyak mentah terbesar di dunia. Gubernur Bank Sentral China (PBOC) Pan Gongsheng menyatakan masih ada ruang untuk memangkas suku bunga lebih lanjut serta menambah likuiditas ke sistem perbankan guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan kantor berita resmi Xinhua.

Pergerakan harga minyak mulai menguat pada bulan ini setelah sempat melemah pada 2025, ketika pasar dibayangi kekhawatiran banjir pasokan global. Kelebihan pasokan dikaitkan dengan peningkatan produksi dari negara-negara OPEC+ dan produsen di luar aliansi tersebut.

Pada awal pekan ini, Badan Energi Internasional (IEA) menegaskan kembali proyeksinya bahwa produksi minyak tahun ini akan melampaui permintaan dengan selisih yang lebar. Kondisi tersebut diperkirakan mendorong peningkatan cadangan stok global.