Desa Rantau Panjang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, mulai membangun sistem ekonomi berkelanjutan sebagai upaya mendorong kemandirian desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Program ini dijalankan melalui pengembangan sektor perkebunan dan budi daya.
Kepala Desa Rantau Panjang, Rio Diary Pratama, mengatakan pengembangan budi daya dan perkebunan diharapkan dapat membuat perekonomian masyarakat lebih hidup dan berkelanjutan. Menurutnya, langkah ini ditempuh karena sebagian besar warga desa selama ini mengandalkan pendapatan yang bersifat musiman.
“Seperti nelayan, waktu-waktu tertentu mudah dapat ikan, kalau angin kencang tidak melaut dan lainnya,” ujar Rio Diary Pratama, Kamis, 15 Januari 2026.
Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kemandirian pangan, pemerintah desa menyusun program ekonomi berkelanjutan dengan mengembangkan budi daya udang menggunakan sistem bioflok. Selain itu, desa juga mendorong pengembangan perkebunan cabai dan berbagai sayur-sayuran.
Rio menyebut, sebagai wilayah pesisir, Desa Rantau Panjang berupaya mengoptimalkan sumber daya alam yang dimiliki untuk membangun sistem yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Saat ini, hasil budi daya udang dan komoditas perkebunan tersebut masih dipasarkan di tingkat lokal, yakni di wilayah Kabupaten Lingga. Ke depan, pemerintah desa berencana meningkatkan hasil budi daya dan mengembangkan potensi desa lainnya agar Desa Rantau Panjang semakin mandiri dan memiliki ketahanan pangan yang lebih kuat.

