BERITA TERKINI
Calon Deputi Gubernur BI Solikin Nilai Inflasi 3,5% Dapat Dorong Pertumbuhan hingga 7,5%

Calon Deputi Gubernur BI Solikin Nilai Inflasi 3,5% Dapat Dorong Pertumbuhan hingga 7,5%

Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M Juhro mendapat sejumlah pertanyaan dari anggota Komisi XI DPR dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang digelar pada Jumat (23/1/2026). Salah satu isu yang dibahas adalah pilihan kebijakan antara menjaga inflasi rendah demi stabilitas atau memberi ruang inflasi lebih tinggi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pertanyaan tersebut disampaikan Ketua Komisi XI DPR Misbakhun. Ia mengajukan skenario perbandingan, yakni pertumbuhan ekonomi 5% dengan inflasi 2,5% versus pertumbuhan 8% dengan inflasi 4%. Misbakhun juga menyinggung teori penyebab inflasi, yaitu cost push dan demand pull, serta menanyakan pandangan Solikin mengenai inflasi yang berpotensi menarik pertumbuhan.

Menanggapi hal itu, Solikin menegaskan BI memiliki mandat menjaga stabilitas harga dengan target inflasi 2,5% plus minus 1%. Dengan demikian, rentang inflasi yang diperkenankan untuk dikelola berada pada kisaran 1,5% hingga 3,5%.

Solikin menyatakan batas atas 3,5% dalam rentang tersebut, menurutnya, dapat dioptimalkan karena berkaitan dengan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi. Jika diminta memilih tekanan inflasi yang dinilai optimal untuk mempercepat pertumbuhan, ia menyebut inflasi 3,5% sebagai titik yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong aktivitas ekonomi.

Dalam ilustrasi yang diberikan, Solikin mengatakan ia lebih memilih skenario pertumbuhan yang lebih tinggi dengan inflasi 3,5%, namun menilai angka pertumbuhan yang ideal berada di sekitar 7,5% alih-alih 8%.

Ia menambahkan, dengan fleksibilitas inflasi hingga 3,5%, terdapat ruang yang memungkinkan aktivitas ekonomi terdorong ke kisaran 6%, 7%, hingga 7,5%.