Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar memaparkan laporan indikator makro yang menggambarkan kondisi ekonomi dan sosial daerah pada triwulan kedua 2025. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah capaian dan tantangan disampaikan, mulai dari pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, pengangguran, hingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Kepala BPS Kabupaten Banjar, Edi Erwan, menyampaikan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banjar tercatat sebesar 4,93 persen. Angka ini dinilai menunjukkan aktivitas ekonomi daerah yang masih bergerak positif.
Ia juga menjelaskan adanya sedikit peningkatan angka kemiskinan. Menurut Edi, perubahan itu lebih dipengaruhi faktor eksternal, seperti kenaikan harga secara nasional dan dampak bencana alam. Meski demikian, ia menilai tingkat kemiskinan di Kabupaten Banjar masih tergolong rendah dan berada di peringkat tujuh terendah secara nasional.
Selain itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) tercatat naik dari 2,1 persen menjadi 2,6 persen. Edi menyebut kenaikan tersebut bersifat sementara karena dipicu bertambahnya angkatan kerja baru yang mulai memasuki pasar kerja. Ia menambahkan, secara absolut peningkatan pengangguran sekitar 100 orang dan pihaknya optimistis angka itu akan kembali menurun setelah terjadi penyesuaian di pasar kerja.
Dari sisi pembangunan manusia, IPM Kabupaten Banjar dilaporkan mengalami peningkatan lebih dari 1 poin, dari 74 menjadi 75. Kenaikan ini disebut mencerminkan keberhasilan berbagai program pembangunan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Bupati Banjar H Saidi Mansyur mengapresiasi laporan yang disampaikan BPS. Ia menyambut baik capaian pertumbuhan ekonomi yang dinilai mencerminkan ketahanan serta geliat ekonomi masyarakat. Saidi juga menyatakan Pemerintah Kabupaten Banjar akan terus memperkuat kolaborasi dengan BPS untuk merumuskan kebijakan berbasis data yang akurat dan komprehensif.

