Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua mencatat jumlah transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah Papua sepanjang 2025 mencapai 39,479 juta transaksi dengan nilai sebesar Rp 4,584 miliar.
Kepala Kantor Perwakilan BI Papua, Faturachman, mengatakan capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam pemanfaatan sistem pembayaran digital di Papua. Menurut dia, QRIS semakin diterima masyarakat sebagai alat pembayaran yang dinilai mudah, cepat, dan aman, baik untuk transaksi ritel, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), maupun layanan publik.
Faturachman menjelaskan peningkatan transaksi QRIS didorong oleh upaya digitalisasi sistem pembayaran yang dilakukan BI bersama pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha. Selain pertumbuhan transaksi, BI Papua juga mencatat penambahan 7.419 pengguna baru QRIS sepanjang 2025.
Meski transaksi non-tunai terus meningkat, Faturachman menilai penggunaan uang tunai tetap perlu difasilitasi. Hal itu, kata dia, mempertimbangkan kondisi geografis Papua serta segmen masyarakat yang masih terbiasa bertransaksi secara tunai.
Ia menambahkan, kondisi tersebut tidak menjadi hambatan bagi pengembangan pembayaran digital. Penggunaan QRIS disebut semakin sering, sementara masyarakat yang belum terbiasa tetap dapat menggunakan transaksi tunai sambil belajar memanfaatkan QRIS.
BI Papua juga mencatat sejumlah wilayah, seperti Papua Pegunungan dan Papua Tengah, belum optimal memanfaatkan sistem pembayaran digital akibat keterbatasan infrastruktur jaringan dan kondisi geografis. Meski demikian, BI Papua menyatakan akan terus memperluas digitalisasi pembayaran melalui penguatan infrastruktur dan literasi agar pemanfaatan QRIS dapat menjangkau seluruh wilayah Papua secara merata dan berkelanjutan.
Ke depan, Faturachman mengatakan pihaknya akan terus mendorong pemerataan akses serta pemahaman masyarakat terhadap sistem pembayaran digital agar manfaat QRIS dapat dirasakan lebih luas.

