Kepala Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) Irwan Abdalloh menilai gejolak pasar yang terjadi belakangan merupakan dinamika yang wajar dalam mekanisme pasar. Menurutnya, volatilitas justru menjadi bagian dari proses pendewasaan struktur investor domestik yang kini didominasi investor ritel.
Pernyataan itu disampaikan Irwan saat hadir mewakili PJS Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik dalam perayaan HUT ke-2 Kabarbursa.com bertajuk Capital Smart Investor 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat, 27 Februari 2026. Jeffrey disebut berhalangan hadir karena menjalankan agenda tugas di Amerika Serikat.
Dalam sesi talkshow, Irwan menjelaskan bahwa kondisi pasar sempat ramai karena dipicu sejumlah momentum yang terjadi bersamaan sehingga terlihat besar. Namun, ia menilai secara fundamental tidak terdapat gangguan yang krusial bagi stabilitas jangka panjang.
Irwan juga menyoroti perubahan struktur pasar yang melahirkan gelombang investor baru, terutama dari kalangan generasi muda, yang datang dengan ekspektasi keuntungan cepat. Saat ini, investor ritel disebut mendominasi transaksi harian, sementara investor asing lebih dominan pada sisi kepemilikan dan mayoritas berbentuk institusi.
“Retailnya dominan sekarang. Karena retail yang dominan, goyang sedikit dampaknya besar,” ujar Irwan.
Dominasi investor ritel membuat pasar lebih responsif terhadap sentimen jangka pendek. Meski demikian, Irwan memandang kondisi itu sekaligus mencerminkan perluasan partisipasi publik yang signifikan di pasar modal.
Ia menilai dinamika tersebut membawa hikmah, salah satunya meningkatnya pengawasan terhadap influencer yang menyebarkan informasi menyesatkan terkait pasar modal. Irwan menyinggung sanksi yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan terhadap investor berinisial BVN beberapa waktu lalu.
“Hikmahnya sekarang influencer yang ngaco mulai ditertibkan. Itu bagus untuk ekosistem,” katanya.
Menurut Irwan, penertiban itu merupakan bagian dari pembenahan ekosistem agar investor tidak terjebak pada narasi spekulatif yang tidak berbasis fundamental. Untuk menjawab tantangan investor muda yang mudah terpengaruh arus informasi digital, BEI juga menyesuaikan strategi literasi. Kampanye yang sebelumnya dikenal sebagai Yuk Nabung Saham kini berkembang menjadi Aku Bangga Jadi Investor, menyesuaikan karakter generasi baru.
Capital Smart Investor 2026 merupakan forum literasi dan diskusi pasar modal yang diinisiasi KabarBursa.com sebagai ruang temu regulator, pelaku industri, dan investor untuk membahas dinamika terkini pasar saham berbasis data. Agenda ini dirancang untuk memperkuat pemahaman investor terhadap risiko, volatilitas, serta strategi investasi berkelanjutan, sekaligus mendorong ekosistem pasar modal yang lebih sehat, rasional, dan inklusif di tengah pertumbuhan investor ritel.

