BERITA TERKINI
Badai Musim Dingin Ekstrem Ganggu AS Timur, Lebih dari 12.000 Penerbangan Dibatalkan

Badai Musim Dingin Ekstrem Ganggu AS Timur, Lebih dari 12.000 Penerbangan Dibatalkan

Gelombang badai musim dingin ekstrem menyapu wilayah timur Amerika Serikat dan memicu gangguan besar pada transportasi serta jaringan listrik. Cuaca buruk yang berlangsung sejak akhir pekan membuat lebih dari 12.000 penerbangan dibatalkan, sementara sejumlah negara bagian menetapkan status darurat bencana.

Badai berskala luas ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service/NWS) mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem, mulai dari hujan es lebat di kawasan tenggara hingga suhu dingin ekstrem disertai angin kencang di wilayah Great Plains pada Senin (26/1/2026).

Otoritas cuaca menilai kondisi tersebut berpotensi memecahkan rekor suhu dingin dan membahayakan keselamatan publik, terutama bagi pengguna jalan raya dan transportasi udara. NWS juga mengingatkan kemungkinan terbentuknya lapisan es tebal yang dapat merusak infrastruktur vital.

Merespons situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyetujui status darurat bencana federal untuk 12 negara bagian. Penetapan ini ditujukan untuk mempercepat penyaluran bantuan serta memperkuat koordinasi penanganan dampak badai di lapangan.

“Kami akan terus memantau dan tetap berkoordinasi dengan seluruh negara bagian yang berada di jalur badai ini. Tetap aman dan tetap hangat,” tulis Trump melalui akun Truth Social, dikutip dari Reuters, Minggu (25/1/2026).

Gangguan paling signifikan terjadi di sektor penerbangan. Data FlightAware mencatat lebih dari 3.900 penerbangan dibatalkan pada Sabtu (24/1/2026) dan meningkat menjadi lebih dari 8.800 penerbangan pada Minggu (25/1/2026). Bandara-bandara utama di Atlanta, Boston, dan New York City dilaporkan menjadi titik terdampak paling parah.

Sejumlah maskapai besar, termasuk Delta Air Lines, melakukan penyesuaian jadwal secara menyeluruh. Delta juga mengerahkan tim teknis dari wilayah utara Amerika Serikat yang lebih berpengalaman menangani salju untuk membantu proses de-icing di bandara wilayah selatan yang relatif minim pengalaman menghadapi badai salju ekstrem.

Dampak badai turut merembet ke sektor energi dan infrastruktur digital. Dominion Energy, perusahaan listrik utama di negara bagian Virginia, menyatakan status siaga tinggi. Wilayah ini dikenal sebagai lokasi kawasan pusat data terbesar di dunia, sehingga gangguan pasokan listrik berpotensi berdampak luas pada layanan digital global.

Perusahaan tersebut memperingatkan akumulasi es pada jaringan transmisi listrik dapat menjadi salah satu tantangan operasional terbesar dalam sejarah mereka, terutama jika badai berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.