PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) menjalin kerja sama strategis dengan Ant International, perusahaan global di bidang pembayaran digital, digitalisasi, dan teknologi keuangan. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk memperkuat integrasi pembayaran lintas batas antara Indonesia dan ekosistem global Ant International.
Melalui kerja sama tersebut, kedua perusahaan akan mendorong pengembangan integrasi pembayaran lintas negara yang lebih lancar, inovasi layanan seluler berbasis kecerdasan buatan (AI), serta solusi digitalisasi bagi usaha kecil dan menengah (UKM). Kolaborasi ini juga disebut tidak hanya berfokus pada kemudahan transaksi, tetapi turut menegaskan komitmen bersama dalam mendukung transformasi digital dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi ekosistem pembayaran.
MoU ditandatangani di Singapura oleh Direktur Utama Artajasa Armand Hermawan dan Pan Yan, Head of Strategic Partnership Office untuk Alipay+, Ant International. Penandatanganan ini menjadi langkah awal sinergi strategis untuk memperluas jangkauan layanan pembayaran digital dan mempercepat adopsi inovasi teknologi.
Artajasa dan Ant International menargetkan kerja sama ini dapat menjembatani infrastruktur pembayaran nasional dengan ekosistem pembayaran digital global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi digital dunia.
Armand Hermawan menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun masa depan sistem pembayaran. Ia menyatakan, masa depan layanan pembayaran dan keuangan akan dibentuk oleh ekosistem yang kuat dan saling terhubung, yang bertumpu pada kolaborasi, kepercayaan, serta inovasi berkelanjutan.
“Ant International merupakan tolak ukur global dalam pembayaran digital, yang menjadikan kemitraan ini sangat strategis,” kata Armand dalam keterangan tertulis, Kamis (22/1/2026). Ia juga menyebut MoU tersebut mencerminkan komitmen Artajasa untuk mendorong kolaborasi terbuka, bertukar wawasan, dan menjajaki peluang inovasi yang dapat memajukan ekosistem pembayaran.
Dari pihak Ant International, Edward Yue selaku General Manager Alipay+ untuk Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan Asia Selatan menyampaikan optimismenya terhadap potensi ekonomi digital Indonesia. “Indonesia adalah salah satu ekonomi digital paling dinamis di dunia, dan kami bangga dapat berkolaborasi dengan Artajasa untuk memajukan kapabilitas digital Indonesia serta belajar dari ekosistem lokal,” ujarnya.
Artajasa saat ini berperan sebagai penyedia infrastruktur sistem pembayaran yang menghubungkan lebih dari 80.000 ATM dan 98 institusi anggota ATM Bersama di seluruh Indonesia. Perusahaan ini juga disebut sebagai pemain terbesar dalam layanan QRIS yang memungkinkan penerimaan pembayaran bagi lebih dari 41 juta merchant di Tanah Air.
Ekosistem pembayaran yang dikelola Artajasa mendukung berbagai sektor, mulai dari telekomunikasi, multifinance, asuransi, layanan publik, energi, pendidikan, transportasi, hingga e-commerce. Selain mengoperasikan jaringan ATM, Artajasa juga mengelola penyebaran perangkat EDC melalui jaringan agen nasional.

