BERITA TERKINI
WIKA Catat Kontrak Baru Rp6,19 Triliun hingga September 2025, Percepat Penyehatan Keuangan

WIKA Catat Kontrak Baru Rp6,19 Triliun hingga September 2025, Percepat Penyehatan Keuangan

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) membukukan kontrak baru senilai Rp6,19 triliun dan penjualan sebesar Rp9,09 triliun hingga September 2025. Penjualan tersebut ditopang terutama oleh segmen infrastruktur dan gedung yang berkontribusi 39%, disusul EPCC 25%, industri penunjang konstruksi 29%, serta segmen realty, properti, dan investasi.

Perseroan menyatakan capaian tersebut didorong oleh upaya menjaga fundamental bisnis agar tetap kompetitif di tengah tantangan industri konstruksi. WIKA juga melanjutkan program penyehatan melalui delapan substream, termasuk peningkatan tata kelola dan perbaikan portofolio order book.

Dalam penguatan arus kas, WIKA menjalankan empat pilar utama, yakni restrukturisasi utang, optimalisasi aset non-inti, percepatan penagihan piutang, serta penerapan operational excellence di seluruh lini bisnis.

Hingga kuartal III 2025, WIKA melaporkan penurunan utang berbunga sebesar Rp2,20 triliun dan utang mitra kerja Rp924,58 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Efektivitas perputaran piutang dan pembayaran utang juga membaik, masing-masing menjadi 127 hari dan 158 hari dari sebelumnya 142 hari dan 196 hari.

Efisiensi tersebut disebut turut menjaga kinerja operasional inti tetap positif dengan nilai Rp287,83 miliar. Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menekankan pentingnya penguatan fundamental dan dukungan pemangku kepentingan untuk menjaga kinerja di tengah kondisi sektor infrastruktur yang menantang.

“Penting bagi WIKA untuk mencapai fundamental keuangan yang kuat melalui langkah inovasi dan transformasi, untuk menjalankan usaha dengan efisien di tengah kondisi yang menantang saat ini. Selain itu, kami juga aktif membangun komunikasi yang intensif dengan stakeholders kami, karena diperlukan dukungan dari seluruh pihak agar langkah penguatan dan penyehatan ini dapat berjalan dengan baik,” kata Agung.

Dengan langkah-langkah tersebut, WIKA menyatakan optimistis dapat terus memperbaiki kinerja keuangan dan menjaga pertumbuhan bisnis berkelanjutan di tengah dinamika industri infrastruktur.