Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merespons keputusan Amerika Serikat yang resmi keluar dari organisasi tersebut pada Kamis (22/1). WHO menyatakan penyesalan atas langkah itu, mengingat AS merupakan negara pelopor sekaligus anggota pertama WHO, serta selama ini menjadi pendonor terbesar.
Dalam pernyataan di situs resminya pada Sabtu (24/1), WHO menilai keluarnya AS berdampak pada keamanan kesehatan global. WHO menyebut keputusan tersebut membuat Amerika Serikat dan dunia “menjadi kurang aman.”
WHO juga menyoroti kontribusi AS selama menjadi anggota, termasuk dalam berbagai capaian penting seperti pemberantasan cacar (smallpox), serta kemajuan penanganan ancaman kesehatan masyarakat lain, di antaranya polio, HIV, Ebola, influenza, tuberkulosis, malaria, penyakit tropis terabaikan, resistansi antimikroba, dan keamanan pangan.
Selain itu, WHO menanggapi tuduhan AS yang menyatakan organisasi tersebut tidak menghargai kontribusi Washington dan telah “mencoreng dan merusak” reputasi AS. WHO menegaskan pernyataan itu tidak benar, seraya menyatakan selalu berupaya menjalin keterlibatan dengan AS “dengan itikad baik” serta menghormati kedaulatan negara tersebut.
Keputusan AS keluar dari WHO merupakan realisasi perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada 20 Januari 2025, yang memulai proses penarikan diri. Kementerian Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS (HHS) menyatakan bahwa setelah melewati masa pemberitahuan satu tahun yang diwajibkan, pemerintah AS resmi keluar pada 22 Januari 2026.
Dalam pernyataannya, HHS menegaskan seluruh pendanaan pemerintah AS untuk WHO dihentikan. Pemerintah AS juga menarik kembali seluruh personel dan kontraktor yang ditugaskan atau ditempatkan di WHO, baik di kantor pusat Jenewa, Swiss, maupun di kantor-kantor WHO di berbagai negara.
HHS menyebut “ratusan” bentuk keterlibatan AS dengan WHO ditangguhkan atau dihentikan, termasuk partisipasi resmi dalam komite, badan kepemimpinan, struktur tata kelola, serta kelompok kerja teknis yang disponsori WHO.
AS merupakan negara pertama yang bergabung dengan WHO sejak organisasi tersebut dibentuk pada 1948 dan selama ini tercatat sebagai donor terbesar bagi badan kesehatan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu.

