WeLab, platform teknologi finansial yang beroperasi di sejumlah negara Asia, menuntaskan pendanaan strategis Seri D senilai US$220 juta. Perusahaan menyebut pendanaan ini menjadi yang terbesar yang diperoleh bank digital di Asia pada 2025, sekaligus yang terbesar bagi WeLab sejak berdiri.
Pendanaan tersebut mencakup instrumen utang dan ekuitas. Sejumlah investor baru turut berpartisipasi dengan dukungan investor lama dan mitra strategis, termasuk Prudential Hong Kong Ltd, Fubon Bank (Hong Kong), Hong Kong Investment Corporation (HKIC) yang telah diumumkan pada April 2025, TOM Group (investasi lanjutan), Allianz X (investasi lanjutan), serta HSBC.
WeLab menyatakan dana segar ini akan digunakan untuk mendorong ekspansi di Asia Tenggara dan memperkuat posisinya di Hong Kong melalui pengembangan ekosistem produk yang lebih lengkap dan beragam, serta percepatan akuisisi nasabah. Pendanaan juga ditujukan untuk mendukung pengembangan lini bisnis inovatif berbasis teknologi canggih, peningkatan berkelanjutan pada produk dan platform, serta peluang akuisisi dan merger strategis.
Selain itu, pendanaan ini akan menunjang implementasi visi kecerdasan buatan (AI) WeLab yang baru diumumkan, termasuk kemitraan strategis dengan Google yang berfokus pada AI untuk mendorong inovasi perbankan digital di Asia. WeLab menyebut investasi tersebut akan mempercepat pengembangan agen AI, fitur hyper-personalization, serta pendekatan pemasaran modern untuk meningkatkan pengalaman nasabah dan efisiensi kinerja bisnis.
WeLab juga menyoroti posisinya di Hong Kong, dengan menyatakan WeLab merupakan bank digital terbesar berdasarkan pendapatan di wilayah tersebut dan masuk dalam daftar 20 Bank Digital Terbaik Dunia versi Euromoney. Sepanjang 2025, WeLab Bank meraih sejumlah penghargaan industri, antara lain “Best Digital Bank for Consumers – Hong Kong” pada Euromoney Awards for Excellence 2025, serta “Best Digital Bank – Hong Kong” dan “Best Bank for Financial Inclusion – Hong Kong” dari FinanceAsia Awards 2025.
Founder & Group CEO WeLab, Simon Loong, mengatakan WeLab telah beroperasi di tiga pasar dan mengelola dua bank digital di Hong Kong dan Indonesia. Menurutnya, skala bisnis dan pengalaman operasional yang dibangun perusahaan, serta pertumbuhan nasabah yang cepat dan kepemimpinan pasar, menjadi fondasi untuk menangkap peluang baru, mempercepat ekspansi, dan berinovasi.
WeLab mengelola dua bank digital serta berbagai layanan keuangan daring, dan beroperasi di Hong Kong, Tiongkok Daratan, dan Indonesia. Perusahaan menyebut melayani lebih dari 70 juta nasabah individu dan lebih dari 700 nasabah korporasi. Di Indonesia, WeLab beroperasi melalui Bank Saqu.

