BERITA TERKINI
VN-Index Menguat Hampir 19 Poin, Ditopang Lonjakan Saham Ekosistem Vingroup

VN-Index Menguat Hampir 19 Poin, Ditopang Lonjakan Saham Ekosistem Vingroup

VN-Index ditutup menguat hampir 19 poin pada perdagangan 26 Februari, dengan dorongan utama datang dari saham-saham berkapitalisasi besar, terutama dari ekosistem Vingroup. Sepanjang sesi, penguatan indeks banyak ditopang oleh pergerakan saham unggulan, meski secara keseluruhan pasar belum menunjukkan konsensus yang merata.

Pendorong terbesar reli hari itu adalah VIC. Saham ini bertahan di level tinggi hampir sepanjang sesi dan beberapa kali menyentuh harga tertinggi 169.000 VND. Pada penutupan, VIC naik 6,9% ke 168.900 VND/saham. Nilai transaksi VIC melampaui 1.130 miliar VND dan menempati peringkat ketiga tertinggi di pasar. Kontribusinya terhadap VN-Index tercatat sekitar 17,9 poin, menegaskan pengaruh besar saham tersebut terhadap pergerakan indeks.

Sentimen positif juga menjalar ke saham lain dalam kelompok yang sama. VRE naik 4,2%, sementara VHM dan VPL tetap menguat masing-masing 0,56% dan 0,86% meski kenaikannya menyusut menjelang akhir sesi. Kinerja saham-saham berkapitalisasi besar ini membantu VN-Index bertahan di zona hijau hampir sepanjang perdagangan.

Pergerakan VIC juga mengembalikan harga saham tersebut ke area puncak historisnya dan disebut hanya berjarak sekitar 5,6% dari puncak sebelumnya. Penguatan ini turut mendorong VN-Index mendekati 1.880 poin.

Setelah reli kuat pada sesi pagi yang terutama didorong VIC dan VHM, cakupan penguatan melebar pada sesi siang. Jika pagi hari kenaikan lebih banyak ditentukan oleh beberapa saham besar, maka pada sore hari lebih banyak saham lain ikut berkontribusi terhadap penguatan indeks.

Indeks VN30 ditutup dengan 16 saham naik dan 10 saham turun, berbalik dari kondisi awal hari yang sempat negatif. Sejumlah saham berkapitalisasi besar membaik, antara lain HPG yang naik 1,55% dan FPT yang naik 1,57%. MBB dan TCB juga berakhir sedikit menguat. Sejumlah saham perbankan dan keuangan seperti BID, HDB, SHB, serta VNM pulih dibandingkan sesi pagi meski kenaikannya tidak terlalu kuat.

Di sektor baja, HPG sempat menghadapi tekanan turun sepanjang sebagian besar sesi sebelum kembali ke wilayah positif menjelang penutupan. Likuiditasnya menurun dibanding sesi sebelumnya, namun tetap termasuk yang paling aktif diperdagangkan.

FPT juga menjadi perhatian karena mengakhiri penurunan selama empat sesi berturut-turut seiring meningkatnya tekanan beli kembali, meski tekanan jual dari investor asing masih ada. Nilai transaksi FPT melampaui 1.500 miliar VND dan menempatkannya di antara saham dengan nilai transaksi terbesar di HoSE.

Di balik kenaikan indeks, kondisi pasar mencerminkan situasi “hijau di luar, merah di dalam”. Di HoSE, 136 saham naik, namun 181 saham turun. Sejumlah saham melemah tajam terutama akibat minimnya permintaan, bukan karena tekanan jual besar. Kelompok 78 saham yang turun lebih dari 1% hanya menyumbang 16,4% dari total volume perdagangan, mengindikasikan modal cenderung selektif ketimbang keluar dari pasar.

Arus dana justru terkonsentrasi pada saham-saham yang menguat. Hanya 53 saham naik lebih dari 1%, tetapi menyumbang 32,7% dari total nilai perdagangan. Beberapa saham seperti PC1, GEE, EVF, dan PET mencapai harga tertinggi. Sementara itu, BSR, GEX, PVD, VCI, GMD, dan PVT mencatat likuiditas tinggi disertai kenaikan harga. Secara statistik, saham-saham yang sedang menguat menyumbang lebih dari 60% likuiditas di HoSE, menegaskan pola perputaran dana yang selektif.

Likuiditas pasar tetap tinggi. Total nilai transaksi di HoSE mencapai lebih dari 31.700 miliar VND, lebih rendah dari sesi sebelumnya namun menjadi sesi ketiga berturut-turut yang melampaui 1 miliar USD.

Tekanan terbesar datang dari aktivitas investor asing. Secara keseluruhan pasar, investor asing mencatat penjualan bersih sekitar 3.216 miliar VND, disebut sebagai level tertinggi sejak akhir Agustus 2015. Di HoSE, nilai jual bersih mencapai 3.146 miliar VND, dengan tekanan terbesar terpusat pada VNM lebih dari 2.200 miliar VND, disusul FPT sekitar 725 miliar VND dan VHM lebih dari 140 miliar VND. Selain itu, GAS, MWG, dan SHB juga mengalami tekanan jual yang signifikan.

Dari sisi pembelian, HPG menjadi saham yang paling banyak dibeli investor asing dengan nilai lebih dari 441 miliar VND. PNJ, VIC, BSR, dan GMD juga mencatat pembelian bersih.

Di HNX, investor asing membukukan penjualan bersih 69 miliar VND yang terutama berfokus pada PVS dan IDC. Sementara di UPCoM, penjualan bersih tercatat tipis sekitar 1 miliar VND.

Terkait prospek, VPBank Securities menilai sentimen pasar tidak terlalu negatif karena aliran modal masih fleksibel dan berputar antar sektor. Sentimen investor dinilai stabil, dengan modal tetap mencari peluang pada saham-saham yang memiliki cerita atau katalis tersendiri. Vietcombank Securities merekomendasikan investor memantau perkembangan pasar secara cermat dan memprioritaskan saham-saham yang terus menarik arus masuk modal.

Secara keseluruhan, penguatan pada 26 Februari menunjukkan pasar masih menjaga fondasi positif meski tekanan jual bersih investor asing meningkat. VN-Index mendekati puncak satu bulan, sementara likuiditas tinggi mengindikasikan peran dominan modal domestik dan membuka ekspektasi tren yang stabil pada sesi-sesi berikutnya.