Badan Pariwisata Nasional Vietnam menyiapkan perencanaan promosi dan pemasaran pariwisata untuk tahun 2026 secara lebih proaktif dengan menekankan pengumpulan informasi sejak dini. Langkah ini dinilai penting untuk menyusun program yang terarah sekaligus memastikan koordinasi yang selaras antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.
Dalam rencana tersebut, Vietnam juga menargetkan penguatan keterhubungan nasional guna meningkatkan efektivitas akses pasar, terutama pada pasar prioritas dan pasar yang sedang berkembang. Badan Pariwisata Nasional Vietnam menargetkan agenda kegiatan promosi dan pemasaran pariwisata 2026 dapat diumumkan paling lambat pada Februari 2026.
Dari sisi strategi, persiapan ini diposisikan sebagai upaya menjaga momentum pertumbuhan pertukaran pariwisata internasional, memperluas pengakuan Vietnam sebagai destinasi di tengah persaingan global, serta mendorong model promosi multi-platform. Model ini mengintegrasikan budaya, seni, dan film dengan teknologi digital, sejalan dengan tren promosi destinasi internasional.
Pada 2025, sektor pariwisata Vietnam menjalankan program stimulus sesuai Resolusi 11/NQ-CP dan Resolusi 229/NQ-CP. Pada tahun yang sama, Vietnam berpartisipasi dan menyelenggarakan sejumlah agenda promosi utama seperti ATF & TRAVEX Malaysia 2025, ITB Berlin 2025, dan WTM London 2025, serta mengoordinasikan kegiatan dalam kerangka Tahun Pariwisata Nasional Hue 2025.
Badan Pariwisata Nasional Vietnam juga melaksanakan program promosi di berbagai pasar, termasuk Eropa (Italia, Swiss, Prancis, Polandia, Republik Ceko, Jerman), Rusia, India, Amerika Serikat, Australia, Korea Selatan, Jepang, serta Tiongkok di sejumlah kota seperti Beijing, Chongqing, Chengdu, Shanghai, Hangzhou, dan Nanjing.
Selain promosi konvensional, promosi melalui film turut diperkuat, terutama lewat promosi pariwisata Vietnam di Festival Film Cannes. Inisiatif ini disebut berkontribusi memperluas poros kerja sama antara film, budaya, pariwisata, dan industri kreatif, sejalan dengan orientasi pemerintah dan strategi merek nasional.
Sejumlah kegiatan lain turut disorot, di antaranya stan perjalanan di Zona Warisan Budaya Vietnam dalam pameran yang menampilkan prestasi nasional untuk memperingati 80 tahun Hari Nasional; penyelenggaraan bersama Hari Kebudayaan Dunia di Hanoi; serta Konferensi Pemilik Lapangan Golf – Mengembangkan Pariwisata Golf di Vietnam 2025. Agenda-agenda tersebut mencerminkan upaya memperluas segmen pariwisata khusus dengan nilai tambah tinggi.
Permintaan pengumpulan informasi mengenai program promosi pariwisata 2026 juga menunjukkan peran koordinasi yang kian erat dari Administrasi Pariwisata Nasional Vietnam. Dengan mengumumkan jadwal promosi nasional secara proaktif, otoritas pariwisata menargetkan pembatasan duplikasi acara antarwilayah, optimalisasi sumber daya sosial, penguatan keterkaitan antara pelaku usaha, daerah, dan pasar, serta penyediaan komunikasi terpadu tentang citra nasional. Pendekatan ini juga diarahkan untuk mendorong diplomasi pariwisata dan perdagangan jasa.
Langkah proaktif tersebut dinilai penting seiring upaya Vietnam memperluas pasar internasional setelah fase pemulihan, sekaligus menghadapi persaingan ketat dengan destinasi lain di ASEAN dan Asia Timur Laut.
Sesuai rencana, pada 2026 Administrasi Pariwisata Nasional Vietnam akan memimpin dan mengoordinasikan program promosi di Pameran Travex dan Forum Pariwisata ASEAN 2026, ITB Berlin, serta WTM Inggris. Program promosi di pasar-pasar utama juga akan dilanjutkan, termasuk kegiatan dalam kerangka Tahun Pariwisata Nasional 2026 dan rangkaian agenda promosi domestik tahunan.
Secara keseluruhan, program promosi 2026 diharapkan membentuk identitas merek pariwisata Vietnam yang konsisten di tingkat internasional. Program ini juga diproyeksikan mendukung pemanfaatan kebijakan visa baru, pembukaan rute penerbangan baru, promosi ekspor jasa, serta restrukturisasi produk agar sesuai dengan tuntutan baru pariwisata global.

