BERITA TERKINI
USS Abraham Lincoln Dilaporkan Menuju Laut Arab, Pejabat AS-Israel Bertemu Bahas Antisipasi Iran

USS Abraham Lincoln Dilaporkan Menuju Laut Arab, Pejabat AS-Israel Bertemu Bahas Antisipasi Iran

Kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln dilaporkan semakin mendekati kawasan sekitar Iran, di tengah meningkatnya ketegangan dan pertemuan pejabat militer Amerika Serikat dan Israel yang disebut membahas kemungkinan skenario terkait Iran.

Menurut laporan Aljazirah pada Ahad, seorang pejabat Angkatan Laut AS menyatakan USS Abraham Lincoln bersama tiga kapal perusak telah tiba di Samudera Hindia dari Laut Cina Selatan dan sedang bergerak menuju Laut Arab. Pejabat itu menambahkan, kapal induk tersebut akan bergabung dengan kapal perusak yang ditempatkan di Teluk.

Kelompok kapal induk itu mencakup sekitar 5.000 pelaut dan marinir, serta membawa skuadron jet tempur, helikopter, dan pesawat serang elektronik, sebagaimana dilaporkan CBS News.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis mengonfirmasi bahwa “sejumlah besar kapal bergerak menuju Timur Tengah untuk mengantisipasi keadaan darurat apa pun,” seraya menyebut Washington memantau situasi di Iran dengan cermat.

Di saat yang sama, Komando Pusat AS mengumumkan kehadiran jet tempur F-15E Strike Eagle di kawasan tersebut untuk meningkatkan kesiapan. Pergerakan logistik ini disebut mirip dengan langkah pada tahun lalu, ketika sistem rudal Patriot dipindahkan ke wilayah itu menjelang pemboman terhadap tiga situs nuklir Iran.

Dari Israel, Times of Israel melaporkan Komandan Komando Pusat AS Laksamana Brad Cooper berada di Israel pada Sabtu untuk bertemu para pejabat senior. Cooper disebut bertemu Kepala Staf IDF Letjen Eyal Zamir di markas militer Kirya di Tel Aviv, dengan turut dihadiri Kepala Direktorat Intelijen Mayjen Shlomi Binder serta Kepala Direktorat Operasi Mayjen Itzik Cohen.

Dalam pernyataan pada Ahad, IDF menyebut pertemuan tersebut memperkuat “hubungan strategis yang erat” antara kedua pihak. Namun, surat kabar Haaretz mengutip sumber yang mengatakan kunjungan itu bertujuan untuk koordinasi dalam mengantisipasi kemungkinan serangan terhadap Iran. Channel 12 Israel juga menyatakan kunjungan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran di Israel bahwa Iran mungkin melakukan “serangan pendahuluan”.

Meningkatnya ketegangan turut berdampak pada penerbangan internasional. Maskapai KLM dan Lufthansa mengumumkan akan menghindari wilayah udara Iran dan Irak. Finnair dan Wizz Air juga mengubah rute penerbangan menuju Dubai dan Abu Dhabi melalui Arab Saudi, sejalan dengan rekomendasi regulator penerbangan Uni Eropa agar menjauhi zona berpotensi konflik.

Tekanan dari Amerika Serikat dan sekutunya, Israel, terhadap Teheran dilaporkan meningkat sejak demonstrasi rakyat pecah di Iran pada akhir Desember, sebagai protes atas memburuknya kondisi ekonomi yang disebut dipicu sanksi Barat yang telah berlangsung lama. Teheran menuduh Washington berupaya—melalui sanksi, tekanan, menghasut kerusuhan, dan menyebarkan kekacauan—menciptakan dalih bagi intervensi militer dan penggulingan rezim.

Iran memperingatkan setiap tindakan permusuhan akan dibalas dengan respons luas yang menargetkan pangkalan-pangkalan AS di kawasan. Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Aljazirah pada Jumat bahwa “setiap serangan terhadap Iran akan dianggap sebagai tindakan perang terhadap Iran dan kami akan meresponsnya dengan tepat.”